7 Tips Ibu Bekerja dari Rumah yang Sukses dalam Rumah Tangga

Posted on Nov 23 2017 - 5:05pm by Diana Suciawati

Bekerja sambil mengurus keluarga memang tidak mudah karena akan sulit untuk membagi waktu, semoga tips ibu bekerja dari rumah yang kami bagikan di bawah ini dapat membantu dilema yang dialami ibu-ibu yang bekerja dari rumah.

7 Tips Ibu Bekerja dari Rumah yang Sukses dalam Rumah Tangga

Untuk menyamakan persepsi untuk bahasan lebih lanjut, perlu disepakati bahwa “ibu bekerja dari rumah” adalah ibu yang memiliki pemasukan, namun bukan dari kerja kantoran, sehingga waktu kerja lebih fleksibel, misalnya membuka usaha / toko / pekerja lepas / profesi yang tidak terikat waktu kerja institusi.

Yang perlu digarisbawahi adalah, artikel ini tidak membandingkan dengan profesi atau non-profesi ibu lainnya, melainkan hanya menjawab tantangan yang tentunya banyak dihadapi ibu yang bekerja dari rumah.

7 Tips Ibu Bekerja dari Rumah

Di jaman sekarang, sangat dilematis bagi seorang ibu untuk sepenuhnya bekerja di luar atau sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga. Karena terbukanya kesempatan di banyak bidang, sekarang banyak ibu yang memilih untuk bekerja dari rumah sebagai jalan tengah. Namun saat dijalani, ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak hal yang harus dihadapi dengah hati-hati agar tujuan utama untuk hidup bahagia bersama keluarga tetap tercapai. Apa saja yang harus dilakukan agar hal ini dapat berjalan lancar? Berikut kami bagikan 7 tips untuk ibu bekerja dari rumah:

1. Membuat jadwal dan berbagi

Kita sepakat bahwa pekerjaan ibu itu luar biasa banyaknya, termasuk urusan pekerjaan, rumah, dan keluarga, mulai dari bayar tagihan, menyusun menu makanan, menyelesaikan pekerjaan, menghabiskan waktu bersama keluarga, sampai menyusun rencana liburan. Karena itu, akan sangat membantu bila kita memiliki agenda atau tempat untuk mencatat apa yang hendak kita kerjakan setiap harinya agar tidak ada yang terlupakan.

Selain itu, jangan lupa untuk berbagi tugas dengan suami dan anggota keluarga lainnya karena: 1) berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, 2) kita harus percaya bahwa mereka mau dan bisa membantu, 3) hal ini dapat mencegah stres tatkala merasa hidup sungguh tidak adil padahal kita sendiri yang mungkin tidak meminta bantuan. Bila sudah dilakukan bersama, jangan lupa membudayakan sikap dan ucapan “terima kasih” karena itu dapat menghilangkan lelah dan penat semua pihak.

2. Fokus

Kelebihan wanita adalah multitasking (dapat mengerjakan beberapa hal sekaligus dalam waktu bersamaan), namun hal ini terbukti tidak efektif dan efisien. Karena itu, usahakan untuk fokus mengerjakan satu hal dalam satu waktu agar dapat selesai lebih cepat dan hasilnya pun biasanya akan lebih baik.

3. Bersikap adil

Ada seorang teman yang mengatakan bahwa, “adil tidak selalu berarti sama rata, namun sesuai kebutuhan”. Membagi waktu dengan adil berarti semua harus kebagian namun tidak harus dalam porsi yang sama. Bila kita sedang dikejar deadline, kita bisa mengalokasikan waktu lebih banyak di hari itu utk bekerja namun sudah mengantisipasi hal lain di hari lainnya (misalnya sudah masak di beberapa hari sebelumnya dan dibekukan untuk dihangatkan ketika kita sedang mengejar deadline). Bila kita bekerja lebih banyak di satu hari, maka habiskan lebih banyak waktu di hari lain untuk bermain dengan anak.

Selain itu, kita juga harus bersikap adil terhadap diri sendiri, dengan cara menjaga kesehatan dan kebahagiaan diri sendiri, karena ada pepatah mengatakan “ibu yang bahagia akan membuat seisi rumah berbahagia”. Usahakan untuk menyisihkan waktu berolahraga dan melakukan hobi kita sendiri setiap harinya, walaupun mungkin hanya setengah jam per hari. Dengan demikian, kondisi fisik dan mental kita pun dapat terjaga.

4. Dapat menyemangati diri sendiri

Berbeda dengan orang yang bekerja dan mendapat gaji tetap, kita bisa merasa lelah dan malas untuk bekerja, dan memiliki sejuta alasan untuk mundur dari suatu tugas atau pekerjaan. Di saat tidak ada atasan dan rekan kerja yang menyemangati, kita harus bisa menyemangati diri sendiri. Caranya, berikan diri sendiri ‘rewards’ bila kita macet di suatu pekerjaan tertentu. Misalnya: boleh mengunduh satu episode drama korea untuk ditonton setelah menulis 1 halaman artikel untuk klien dalam 1/2 jam, atau boleh pergi creambath ke salon setelah menyiapkan pesanan skala besar seorang pelanggan dalam 1 hari. Namun jangan diterapkan pada semua tugas ya, karena itu tidak lagi menjadi ‘rewards’ kalo sudah keseringan :p

Selain itu, kita juga bisa membuat janji temu baik di cafe maupun di rumah untuk bekerja bersama dengan beberapa sesama ibu yang bekerja dari rumah, misalnya saat anak ke sekolah. Tips lainnya adalah mencari tempat kerja yang kondusif, misalnya di co-working space, sehingga dapat lebih merasakan “aura untuk bekerja”.

5. Membuat batasan

Menjadi ibu bekerja dari rumah mengharuskan kita untuk tega membuat batasan tertentu, antara lain:
a.) Bila memungkinkan, buatlah batas untuk ruang kerja dengan kebutuhan lainnya, seperti ruang tv, ruang bermain anak, ataupun ruang tidur. Hal ini dapat memecah konsentrasi dan fokus saat kita harus bekerja sehingga membuang lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan.
b.) Buatlah batas bagi diri Anda sendiri, misalnya: kapan Anda harus berhenti bekerja, kapan harus bersikap tega terhadap anak, ataupun kapan harus bergadang untuk bekerja. Secara pribadi, saya seringkali merasa harus membuat batas ini saat mulai lebih banyak teriakan di rumah daripada suara tawa, karena hal ini bisa saja berarti saya terlalu banyak bekerja, saya terlalu letih bekerja, saya kurang membagi waktu dengan adil, dan yang terpenting, saya mulai kehilangan esensi sebagai seorang “ibu”. Di saat seperti ini, biasanya saya akan menghentikan semua yang sedang saya kerjakan, menyempatkan menyendiri untuk mandi dan berpikir sejenak di kamar mandi tentang apa yang harus saya ubah.

6. Bersosialisasi dan bersenang-senang

Berkutat dengan rumah, anak, dan keluarga tentunya bisa, secara harafiah, membuat seseorang berpotensi menjadi gila. Karena itu, sempatkan untuk bersosialisasi dan bersenang-senang dengan teman-teman di luar rumah, akan lebih baik bila banyak teman sesama ibu agar lebih dapat berjalan seirama dengan kita.

7. Kemauan untuk mau terus berkembang

Tidak seperti karyawan yang dapat disodori pelatihan oleh perusahaan, ibu yang bekerja dari rumah harus berinisiatif dan bersikap terbuka terhadap berbagai kesempatan, termasuk mencari tahu pelatihan-pelatihan untuk membuat dirinya sendiri berkembang, baik secara pribadi maupun dalam pekerjaan. Banyak sekali hal yang bisa dipelajari dan informasi tentang hal tersebut di tengah kemajuan teknologi sekarang, seperti workshop, seminar, pelatihan atau modul yang bisa diakses online maupun offline. Dengan demikian, kita bisa terus menjadi ibu yang cerdas dan sikap kita dapat dijadikan panutan bagi anak-anak kita.

 

Itulah tips yang dapat kami bagikan bagi ibu bekerja dari rumah. Semoga dapat membantu Anda.

Bila ada curhatan, pertanyaan, ataupun komentar, silahkan tinggalkan pesan di bawah ini yaa.. 🙂

About the Author
Diana Suciawati Diana adalah salah satu dari management komunitas Mommy's Helper Bali yang fokus di media dan content management termasuk desain media promosi, yang juga seorang penulis dan jurnalis lepas. Bersama suami dan putrinya, dia sering traveling seputaran dalam maupun luar Indonesia dan membagikan pengalaman mereka di Smell Like Home Travel Blog. Selain itu, Diana juga senang menikmati waktunya sendiri dengan berkutat dengan konsep dan pikiran-pikiran rumitnya sesekali waktu.

Leave A Response