Bantuan Hidup Dasar untuk Menyelamatkan Nyawa

Posted on Dec 15 2016 - 4:16pm by Diana Suciawati

 

Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau juga dikenal dengan Basic Life Support (BLS) adalah keterampilan yang seharusnya dikuasai semua orang dan harus diperbaharui setiap tahun. Hal ini untuk menjamin bahwa kita dapat memberikan pertolongan pertama pada keadaan yang khususnya sudah mengancam nyawa seseorang.

bantuan hidup dasar

Faktanya, hanya butuh kurang dari 10 detik kekurangan oksigen ke otak atau ke jantung dapat menghilangkan kesadaran hingga nyawa seseorang.

Berbagai kemungkinan bisa terjadi di sekitar kita pada siapapun, kapanpun, dan di manapun. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah menolong orang lain dengan bantuan hidup dasar atau dikenal juga dengan basic life support.

Langkah-langkah Bantuan Hidup Dasar

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memberi bantuan hidup dasar:

  1. Pastikan tempat aman. Bila tidak, pindahkan korban ke tempat yang lebih aman kecuali korban dicurigai patah tulang belakang.
  2. Minta orang lain panggil bantuan medis. Selagi menunggu, periksa apakah korban sadar.
  3. Bila tidak sadar, pastikan apakah nadi korban masih berdetak (bisa diraba nadi di antara leher dan tengkuk)
  4. Selanjutnya, lakukan head-tilt-chin lift untuk membuka saluran pernapasan korban, lalu lihat, dengar, dan rasakan apakah korban masih bernapas.
  5. Bila nadi korban masih berdetak dan korban masih bernapas, maka korban aman.
  6. Bila nadi korban masih berdetak sedangkan korban sudah tidak bernapas, berikan hanya napas bantuan (tanpa kompresi dada) sebanyak kurang lebih 10 kali setiap 6 detik.
  7. Bila nadi korban tidak berdetak dan korban tidak bernapas, segera lakukan secara berulang: 30 kompresi dada diselingi 2 kali napas bantuan (hingga dada korban terangkat). Lakukan hingga korban bernapas kembali atau hingga bantuan tiba.
  8. Kompresi dada harus dilakukan minimal 5cm ke dalam, di titik tengah garis lurus antara kedua puting; sedangkan napas bantuan tidak wajib dilakukan bila penolong tidak bersedia melakukannya.
  9. Pada bayi, prosedur ini dapat dilakukan dengan cara yang sama namun kompresi dada tidak dilakukan dengan telapak tangan namun dengan kedua ibu jari jempol.

Langkah-langkah tersebut dapat dilakukan bila tidak ada AED (automated external defibrillator), yaitu alat atau perangkat untuk memandu prosedur penyelamatan atau bantuan hidup dasar untuk penolong. Sekarang, biasanya AED sudah tersedia di tempat-tempat umum, misalnya di bandara.

Prosedur BHD ini diperbaharui dari tahun ke tahun. Untuk prosedur yang update, dapat mengacu ke website Yayasan Jantung Indonesia ini.

Bantuan untuk Luka Bakar

Luka bakar dibedakan menjadi beberapa tingkatan, mulai dari derajat 1 hingga derajat 3. Namun secara umum, pertolongan pertama pada luka bakar adalah dengan:

  1. Melepaskan pakaian atau perhiasan yang tidak menempel pada bagian tubuh yang terkena panas,
  2. Mendinginkan bagian tubuh tersebut dengan air dingin mengalir (atau ember berisi air biasa / dingin) selama 10-30 menit hingga tidak terasa panas,
  3. Oleskan pelembab kulit / antiseptik / obat pengurang nyeri / balutkan kasa steril / panggil petugas medis (tergantung pada tingkat keparahan luka bakar).

Hal yang harus diperhatikan:

  • Bila terdapat bula (seperti gelembung kecil pada kulit yang berisi air), jangan dipecahkan.
  • Mitos tentang pasta gigi, mentega, dll yang dapat digunakan mengobati luka bakar adalah mitos belaka.

Bantuan pada Korban Tersedak

Tersedak kebanyakan terjadi pada anak kecil dan orang tua. Setelah memastikan korban memang tersedak, pertolongan dapat diberikan dengan cara menekan ke arah belakang dan ke atas pada bagian atas pusar dan bawah tulang rusuk, hingga benda asing tersebut keluar dari mulut korban. Untuk anak usia sekitar 1 tahun, posisikan kepala dan punggung bayi menghadap ke bawah di satu tangan yang bertumpu pada salah satu kaki Anda, lalu pukul punggung bayi dengan tumit tangan lainnya hingga benda asing tersebut keluar dari mulut bayi.

Tersedak mungkin tidak langsung tampak mengancam nyawa, namun karena tersedak sebenarnya memblokir jalan pernapasan, maka hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam bernapas, menghalangi oksigen ke paru-paru, hingga dapat menyebabkan kematian.

Pada beberapa kasus, penolong mungkin tidak berhasil menolong korban dengan maksimal. Dalam hal ini, korban tidak dapat menuntut penolong dengan alasan apapun, karena di mata hukum, yang terutama adalah usaha menyelamatkan nyawa seseorang. Jadi, bila melihat orang yang memerlukan bantuan, tidak perlu takut untuk menolong ya.

Bagi yang belum sempat ikut seminar Basic Life Support November lalu, semoga bisa ikut sesi berikutnya ya karena pada sesi ini, peserta bisa praktek langsung pada manekin yang sudah disediakan. Semoga artikel dan materi dari seminar ini bisa bermanfaat ya..

About the Author
Diana Suciawati Diana adalah salah satu dari management komunitas Mommy's Helper Bali yang fokus di media dan content management termasuk desain media promosi, yang juga seorang penulis dan jurnalis lepas. Bersama suami dan putrinya, dia sering traveling seputaran dalam maupun luar Indonesia dan membagikan pengalaman mereka di Smell Like Home Travel Blog. Selain itu, Diana juga senang menikmati waktunya sendiri dengan berkutat dengan konsep dan pikiran-pikiran rumitnya sesekali waktu.

Leave A Response