Calon Ibu, Sudahkah Mempersiapkan Beberapa Hal Ini?

Posted on Oct 12 2016 - 11:00am by Titin Isyana

Biasanya, ibu hamil banyak mencari literatur dan bacaan mengenai kehamilan, seperti: apa yang perlu dimakan ibu hamil, kegiatan apa yang tidak disarankan selama kehamilan, perkembangan janin dari waktu ke waktu, dan lainnya. Ya, kehamilan memang merupakan peristiwa membahagiakan dan setiap harinya si calon ibu sangat terkesan dengan apa yang terjadi dengan tubuh dan bayi di dalam perutnya. Di tengah kegembiraan menyambut si kecil, calon ibu tak jarang terlena dengan excitement mempersiapkan barang-barang yang sebenarnya tidak begitu penting. Berbagai perlengkapan bayi yang menarik dan lucu, serta diklaim oleh produsen sebagai benda yang dibutuhkan untuk si anak merupakan alasan calon ibu untuk berbelanja, yang sebenarnya sering berlebihan.

Calon Ibu

(c) http://situsberitaonline.com

Sebenarnya, persiapan melahirkan, tidak hanya perlu mempersiapkan kondisi fisik calon ibu, perlengkapan bayi, dan perkiraan dana yang dibutuhkan untuk persalinan saja. Lebih dari itu, calon ibu perlu bersiap mengantisipasi kondisi saat-saat melahirkan dan hari-hari pertama ketika si kecil sudah hadir, terutama jika kehamilan tersebut ibu merupakan kehamilan anak pertama. Berikut ini mari kita bahas beberapa hal yang harus dipikirkan calon ibu semenjak masa kehamilan.

Birth Plan

Birth Plan (Perencanaan Kehamilan) adalah sebuah catatan berisi tulisan calon orang tua. Isinya umumnya memaparkan secara detail rencana dan harapan calon ibu dan ayah, ketika melahirkan nanti. Birth Plan diperlukan terutama jika calon ibu memutuskan untuk melahirkan di rumah sakit.

Isi Birth Plan misalnya:

  • Menyatakan secara jelas bahwa jika tidak ada masalah kesehatan ibu dan bayi.
  • Sehabis melahirkan ibu ingin langsung IMD (Inisiasi Menyusu Dini).
  • Ibu ingin dirawat gabung bersama bayinya, supaya lebih cepat merespon untuk menyusui ketika bayi meminta.
  • Jika ada indikasi medis dan bayi harus dirawat terpisah, mohon memberikan ASI perah melalui media selain dot, dan lain sebagainya.

Birth plan hendaknya dibicarakan terlebih dahulu dengan dokter kandungan, kemudian dengan rumah sakit tempat melahirkan nantinya. Mengapa sebaiknya ada birth plan tertulis? Karena di hari persalinan nanti, biasanya calon orang tua cenderung panik memikirkan si bayi dan tidak bisa berpikir jernih. Birth plan yang sudah ditandatangani oleh pihak rumah sakit, sebaiknya dibawa oleh calon ayah saat akan melahirkan dan dijadikan panduan untuk setiap tindakan yang dilakukan rumah sakit. Jika rumah sakit lupa, calon ayah dapat mengingatkan persetujuan awal tersebut.

Menyusui bagi Calon Ibu

Permasalahan yang sering dialami ibu yang baru melahirkan adalah masalah menyusui. Menyusui memang proses yang sangat alami. Namun, kurangnya pengetahuan tentang asi karena banyaknya iklan yang  mengenai (susu) formula dan banyaknya mitos, membuat para calon ibu di masa kini menggampangkan proses menyusui. Kalau nanti asi tidak keluar atau produksinya sedikit, ya sudah beri saja formula.

Apakah Ibu tau, bahwa perut bayi baru lahir hanya sebesar kelereng? Jadi, dua atau tiga tetes asi saja sudah cukup mengenyangkan si bayi. Ditambah lagi, bayi punya cadangan lemak bernama brown fat di tubuhnya, yang cukup untuk persediaan makanan bayi selama 48 jam. Jadi sebenarnya bayi bisa bertahan cukup lama tanpa asupan apapun. Tapi, karena kurangnya pengetahuan, calon orang tua mudah panik dan cepat mengambil keputusan memberikan bayi formula.

Selagi hamil, sebaiknya calon orang tua mengikuti kelas edukasi menyusui yang secara berkala diadakan beberapa komunitas menyusui seperti misalnya AIMI, Perinasia, Selasi, dan sebagainya. Carilah info sebanyak mungkin mengenai menyusui dengan membaca banyak artikel tentang ASI, dan bergabunglah dengan komunitas pendukung menyusui. Pengetahuan yang cukup dapat membantu membulatkan tekad ibu untuk memberikan ASI.

Pertolongan Pertama Ketika Anak Sakit

Sepulang rumah sakit, mungkin bayi akan menangis terus, buang air besar tiap sehabis minum ASI, bayi gemar menggeliat, jam tidur bayi kacau, bayi tiba-tiba pilek dan hidungnya tersumbat, dan lainnya. Calon ibu mungkin berpikir, ah, kalau bingung, ke dokter anak saja.

Padalah, para ibu adalah dokter-dokter terbaik untuk anak karena ibu yang bersama mereka 24 jam. Dokter hanya bisa memeriksa dengan akurat berdasarkan keterangan dari si pengasuh yang bisa menjelaskan dengan lengkap gejala yang dialami bayi. Para calon ibu sebaiknya menyediakan termometer, kompres es batu, dan beberapa hal yang merupakan bagian dari P3K. Apa saja daftar lengkapnya? Selama kehamilan, calon ibu bisa mengikuti beberapa mailing list gratis seperti Milis Sehat. Milis Sehat digagas oleh Yayasan Orang Tua Peduli yang secara berkala memberikan informasi mengenai kesehatan anak bagi para orang tua.

Dengan berbagai pengetahuan mengenai penyakit anak, ibu akan tidak mudah panik jika anak sakit. Ini artinya, bukan tidak perlu ke dokter loh ya, tapi ibu menjadi lebih paham ketika berdiskusi dengan dokter: ke dokter bukan meminta resep obat, namun untuk mencari tau kondisi si anak dan bersama dengan dokter mencari solusi yang tepat.

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI)

MPASI dimulai ketika bayi berumur 6 (enam) bulan. Sepertinya memang masih lama ya, tapi selama 6 bulan pertama, orang tua biasanya sibuk dengan penyesuaian diri memiliki bayi dan masih capek karena harus begadang menyusui dan memerah asi. Jadi, tidak ada salahnya ketika masih hamil calon ibu membekali diri dengan pengetahuan dasar mpasi. Banyak para ibu yang bingung memberikan makanan untuk anak. Padahal, ketika mengerti pedomannya, semuanya jadi lebih mudah. Dokumen mengenai rekomendasi IDAI untuk MPASI bisa diunduh di sini.

Itulah beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan sejak masa kehamilan. Dengan mempersiapkan kedatangan si buah hati dengan lebih matang, tentunya calon ibu menjadi lebih tenang menyambut kehadiran si kecil.

About the Author
Titin Isyana Titin adalah penggagas komunitas Mommy's Helper Bali, yang juga seorang penulis lepas di salah satu agensi penulis artikel. Di waktu senggangnya ia gemar membaca buku, menonton film bersama suami, dan menemani putri semata wayangnya bermain.

Leave A Response