Contoh Penerapan Metode Disiplin Positif dalam Kehidupan Sehari-hari (2)

Posted on Mar 23 2017 - 11:14am by Mommy's Helper Bali

Apakah Anda terbayang contoh penerapan metode disiplin positif? Sebagian besar dari kita mungkin belum pernah mendengar atau tahu tentang bagaimana menerapkan disiplin positif dalam kehidupan sehari-hari. Namun sebenarnya, disiplin positif sangat dekat dengan kita, bahkan sangat mungkin terjadi setiap harinya.

Contoh Penerapan Metode Disiplin Positif

(c) Sekolah Stella Mundi

“Anak-anak zaman sekarang tidak memiliki sopan santun, suka melawan otoritas, tidak hormat terhadap figur dewasa dan mereka suka ngobrol di tempat yang seharusnya mereka belajar. “

“Mereka tidak lagi berdiri ketika orang tua memasuki ruangan. “

“Mereka melawan orang tua mereka dan tidak menghormati guru mereka.”

Seringkah Anda mendengar pernyataan-pernyataan semacam ini?

Tahukah Anda bahwa ucapan di atas adalah pernyataan yang dibuat oleh Socrates, asal Atena yang hidup pada tahun 469-399 Sebelum Masehi. Apakah banyak telah berubah? Kata “disiplin” sering disalahartikan menjadi “hukuman”. Jadi ketika kita berkata, “Anak ini perlu didisiplinkan” seringkali maknanya menjadi “Anak ini perlu dihukum!”

 

Tujuan Disiplin Positif

Sebenarnya, disiplin adalah mengajar atau melatih seseorang untuk mematuhi kode perilaku dan peraturan yang diharapkan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Metode Disiplin Positif menerapkan tujuh prinsip:

  1. Menghormati anak,
  2. Mendorong perilaku sosial yang positif,
  3. Disiplin diri dan karakter anak,
  4. Memaksimalkan partisipasi anak,
  5. Menghormati tumbuh kembang anak dan kebutuhan akan kehidupan yang layak,
  6. Menghormati motivasi dan tujuan hidup anak,
  7. Menegakkan keadilan dan mempromosikan solidaritas.

 

Contoh Penerapan Metode Disiplin Positif

Anggaplah skenario ini terjadi pada Anda:

Anak Anda yang berumur 4 tahun tidak berhenti menangis, berteriak, dan menolak mengikuti perintah Anda ketika sedang berada di suatu acara. Dia membuat Anda merasa tidak nyaman dan malu.

Bagaimana menerapkan metode Disiplin Positif?

Dengan menerapkan ke-7 prinsip di atas, berikut ini adalah beberapa langkah menerapkan Disiplin Positif pada skenario tersebut:

  1. Apa penyebab anak Anda berlaku seperti ini?
    Beberapa kemungkinan penyebab perilaku anak Anda adalah:
    – Ini adalah pertama kalinya ia ke tempat pesta tersebut dan banyak orang yang tidak dikenalnya.
    – Ia merasa takut dan tidak aman dengan lingkungan yang baru.
    – Ia takut hilang di keramaian pesta, tidak mau melakukan apapun dan hanya ingin berdiri dekat ibunya.
  2. Apa tujuan jangka panjang Anda?
    – Anda ingin anak Anda merasa nyaman dan bahagia, menyapa orang dengan ramah.
    – Anda ingin anak Anda cepat beradaptasi dengan lingkungan baru.
    – Anda ingin anak Anda menjadi anak yang percaya diri.
  3. Dalam situasi ini, bagaimana Anda menunjukkan kasih sayang dan pengertian?
    – Ingat bahwa situasi baru terutama keramaian dan orang asing membuat anak merasa takut dan tidak nyaman.
    – Kenali ketakutan dan rasa khawatir anak Anda, dengan menunjukkan empati.
    – Tunjukkan bahwa Anda peduli dengan perasaannya.
    – Berbicaralah dengan saura tenang dan penuh kasih sayang.
  4. Dalam situasi ini, bagaimana Anda bisa memberikan struktur pada anak Anda?
    – Jelaskan pada anak tentang acara apa yang ia hadiri dan kenapa ia berada di sana.
    – Jelaskan harapan Anda sebagai orang tua, terutama perilaku anak yang Anda ingin ia lakukan.
    – Tanyakan apa yang bisa Anda lakukan untuk membuatnya merasa aman.
    – Ingatkan dia bahwa Anda tidak akan jauh dan selalu dekatnya.
  5. Merespon dengan metode Disiplin Positif.

 

Bagaimana Disiplin Positif Membantu Anak

Dengan melakukan semua langkah di atas, Anda akan membantu anak Anda mengerti situasi di mana dia berada dan harapan Anda padanya. Sebaliknya, Anda juga akan lebih paham alasan di balik perilaku anak Anda. Disiplin yang positif membantu memecahkan masalah, memungkinkan Anda untuk mencari solusi yang terbaik bagi anak Anda dan keluarga. Ukuran berhasil dalam mengatasi masalah dalam metode Disiplin Positif adalah Anda dapat menunjukkan empati dengan melihat situasi melalui mata anak Anda.

Artikel berikutnya, saya akan kembali memberi contoh praktis Disiplin Positif. Apakah ada situasi yang ingin Anda bagikan?

 

Baca juga seri artikel parenting lainnya:

Melatih Disiplin dari Hati dengan Metode Disiplin Positif

 

Kontributor

Sabrina Tumewu, LL.B, B.A (Med&Comm), PGCertPT, adalah seorang ibu yang selalu haus akan ilmu dan pengalaman mengenai parenting. Setelah 10 tahun berkecimpung di dunia hukum dan media komunikasi di Australia dan bekerja dengan institusi bereputasi internasional seperti ABC (Australian Broadcasting Corporation), Australia-Indonesia Centre dan Monash University, Sabrina dan suaminya pindah ke Bali untuk cuaca tropis yang bersahabat untuk anaknya. Kepeduliannya yang berawal dari anaknya memicu ketertarikannya akan pendidikan anak dan parenting. Dia kemudian beralih profesi menjadi terapis bermain dan pendidik. Bersama suaminya yang memiliki pengalaman di dunia pendidikan Australia selama lebih dari 12 tahun, dia membuka Sekolah Stella Mundi yang memberikan pendidikan holistik dan terintegrasi di daerah Renon.
About the Author
Mommy's Helper Bali Mommy’s Helper Bali (MH Bali) merupakan komunitas para ibu di Bali yang ada sejak tahun 2012, dan bertujuan untuk menjadi wadah para ibu untuk sharing dan saling membantu dalam keseharian. Website ini dibuat sebagai bentuk realisasi dari visi MH Bali agar komunitas ini dapat berguna dan menjadi pengaruh positif untuk masyarakat luas melalui informasi yang dapat diakses oleh semua pengguna internet. Artikel di website ini ditulis oleh beberapa member MH Bali. Kami juga menerima kontribusi artikel, hubungi kami untuk info lebih lanjut.

Leave A Response