Pemeriksaan Laboratorium – Definisi, Fungsi dan Persiapan

Posted on Jan 7 2017 - 11:20am by Mommy's Helper Bali

Pemeriksaan Laboratorium sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Bila dokter memerlukan data pendukung yang lebih lengkap, pasien biasanya akan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan Laboratorium

(c) Niki Diagnostic Center

Apa itu Pemeriksaan Laboratorium?

Pemeriksaan laboratorium adalah suatu tindakan dan prosedur pemeriksaan khusus dengan mengambil bahan atau sampel dari pasien dalam bentuk darah, sputum (dahak), urine (air kencing/air seni), kerokan kulit, dan cairan tubuh lainnya dengan tujuan untuk menentukan diagnosis atau membantu menegakkan diagnosis penyakit.

Kapan Perlu Dilakukan?

Pemeriksaan laboratorium tidak hanya dilakukan bagi individu yang sakit. Individu sehat yang rutin melakukan pemeriksaan laboratorium akan memperoleh banyak manfaat. Pemeriksaan laboratorium dapat berupa Medical Check Up berkala sehingga individu dapat memantau terus kesehatannya. Melakukan Medical Check Up secara rutin hampir tidak ada ruginya.

Fungsi Pemeriksaan Laboratorium?

Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk beberapa tujuan seperti : untuk mendeteksi penyakit, menentukan resiko, memantau perkembangan penyakit, memantau perkembangan pengobatan, dan lain-lain. Melihat beberapa tujuan dari pemeriksaan laboratorium yang disebutkan tadi, maka pemeriksaan laboratorium perlu dilakukan sedini mungkin atau segera setelah dokter mendiagnosa suatu penyakit. Seperti slogan yang sudah cukup dikenal dimasyarakat “Lebih baik mencegah daripada mengobati”.

Persiapan saat akan Melakukan Pemeriksaan Laboratorium

Dalam laboratorium kita mengenal tiga proses tahapan, yaitu:

  1. Persiapan,
  2. Pemeriksaan,
  3. Pasca pemeriksaan.

Ketiga proses tahapan diatas memiliki perannya masing-masing. Ketika salah satu tahapan proses di atas mengalami kecacatan atau kesalahan, maka hasil akhir dari proses tersebut (pasca pemeriksaan) sudah tentu salah. Karena itu, perlu ditekankan pada setiap proses tahapan laboratorium untuk benar-benar memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Pada umumnya, perhatian terhadap tahapan proses ‘persiapan’ kurang dibandingkan dengan tahapan proses ‘pemeriksaan’ dan ‘pasca pemeriksaan’. Pada artikel ini akan dibahas tentang tahapan proses ‘persiapan’, karena kesalahan pada tahapan proses persiapan lebih sering terjadi.

Proses persiapan dibagi menjadi dua bagian, yaitu : persiapan yang dipengaruhi oleh faktor dalam dari laboratorium dan persiapan yang dipengaruhi oleh faktor luar dari laboratorium. Proses-proses tersebut meliputi persiapan pasien, pengambilan sampel, pengiriman sampel ke laboratorium, penanganan sampel, dan penyimpanan sampel. Kali ini bahasan kita hanya pada proses persiapan pasien.

persiapan Pemeriksaan Laboratorium

(c) Niki Diagnostic Center

Tahap Persiapan Pasien

Sebelum melakukan pemeriksaan laboratorium atau Medical Check Up, seorang pasien atau klien akan berkonsultasi dengan dokter. Pada proses ini akan dilakukan anamnesa oleh dokter untuk mendapatkan data kesehatan pasien atau klien terdahulu, riwayat penyakit keluarga dan kondisi kesehatan sekarang.

Dari hasil anamnesa, dokter akan merencanakan pemeriksaan laboratorium yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien atau klien. Informasi yang diberikan harus jelas agar tidak menimbulkan ketakutan atau persepsi yang keliru. Dokter dibantu oleh paramedis diharapkan dapat memberikan informasi yang baik dan benar mengenai tindakan apa yang akan dilakukan, manfaat dari tindakan itu, dan persyaratan apa yang harus dilakukan oleh pasien. Jadi sangat berpengaruh ketika sebuah informasi disampaikan kepada pasien atau klien. Ketika intruksi serta saran yang diberikan oleh dokter ataupun paramedis dapat dilaksanakan dengan baik dan benar oleh seorang pasien atau klien, maka output atau hasil yang diperoleh adalah hasil laboratorium yang tepat dan akurat.

Adapun persiapan-persiapan pasien yang perlu mendapatkan perhatian serta dilaksanakan sesuai intruksi dokter atau petugas laboratorium yaitu:

  1. Puasa 12-14 jam sebelum pemeriksaan dilakukan, tidak diperkenankan melebihi dari batas waktu puasa yang ditentukan (lebih dari 14 Jam).
    Contoh: Apabila pemeriksan dilakukan jam 07.00 pagi, puasa mulai dilakukan pukul 19.00 malam
  2. Tidak diperkenankan merokok, makan, makan permen, minum ( kecuali air bening ) selama berpuasa.
  3. Bila Anda melakukan pemeriksaan yang memerlukan bahan sampel urine (air kencing), Anda dianjurkan untuk minum air bening tanpa gula dalam jumlah yang banyak (minimal 2 liter/hari)
  4. Tidak mengkonsumsi obat-obatan, baik secara oral maupun yang lain yang menyebabkan terjadinya respon tubuh terhadap obat tersebut.
  5. Menghindari aktivitas fisik berat, seperti berlari, naik turun tangga dalam jangka waktu lama, olahraga gym atau marathon pada malam hari sebelum pengambilan darah.
  6. Dianjurkan menghindari stres sampai proses pengambilan sampel selesai.

Bila Anda memperhatikan dan melaksanakan instruksi di atas dengan baik dan benar, maka sudah tentu anda telah melakukan pemeriksaan laboratorium atau Medical Check yang benar, tepat serta bermanfaat.

 

Info lebih lanjut:
NIKI DIAGNOSTIC CENTER

Jl. Gatot Subroto II no.5
Denpasar – Bali
Website
Telp: (0361) 425 333
Fax: (0361) 430 236
Buka: 07.00 – 22.00 WITA

Niki Diagnostic Center

(c) Niki Diagnostic Center

About the Author
Mommy's Helper Bali Mommy’s Helper Bali (MH Bali) merupakan komunitas para ibu di Bali yang ada sejak tahun 2012, dan bertujuan untuk menjadi wadah para ibu untuk sharing dan saling membantu dalam keseharian. Website ini dibuat sebagai bentuk realisasi dari visi MH Bali agar komunitas ini dapat berguna dan menjadi pengaruh positif untuk masyarakat luas melalui informasi yang dapat diakses oleh semua pengguna internet. Artikel di website ini ditulis oleh beberapa member MH Bali. Kami juga menerima kontribusi artikel, hubungi kami untuk info lebih lanjut.

Leave A Response