Keputihan pada Wanita – Kenali Jenis, Ciri dan Pengobatannya

Posted on Mar 3 2017 - 2:09pm by Mommy's Helper Bali

Keputihan pada wanita bukanlah hal yang aneh, namun sangat disayangkan tidak sedikit wanita yang tidak peduli. “Aahh sudah biasa, cuman karena capek aja kok, nanti juga hilang sendiri”. Cukup sering kita dengar pernyataan seperti itu. Tahukah para wanita sekalian, tidak ada ruginya kita memberikan perhatian pada yang satu ini keputihan. Kenali dia, apakah hanya keputihan biasa atau keputihan yang “tidak biasa”.

Keputihan pada Wanita

(c) wikihow.com illustration

Keputihan yang tidak diobati akan mengakibatkan kemandulan. Keputihan tidak biasa akan menunjukkan keluhan pada penderitanya yaitu berbau busuk, gatal, vulva terasa terbakar. Jika sudah seperti ini dan tidak diobati maka infeksi akan menjalar ke rongga rahim hingga menuju indung telur yang akhirnya sampai ke rongga panggul. “Banyak ditemukan wanita yang menderita keputihan yang kronik menjadi mandul” – Jones, 2005.

Apakah Keputihan pada Wanita itu?

Seperti yang kita ketahui bersama, setiap wanita akan pernah mengalami keputihan. Tetapi tidak semua keputihan itu berbahaya lho.., jadi jangan panik. Ada beberapa ahli yang menyebutkan pengertian dari keputihan itu sendiri.

Keputihan adalah suatu keadaan terinfeksinya organ pada genetalia wanita oleh jamur kandida yang disebabkan oleh organisme seperti ragi yaitu candida albicans (Clayton, 1998)

Keputihan disebut normal jika terjadi pada masa menjelang dan sesudah menstruasi, pada sekitar fase sekresi antara hari ke 10-16 saat menstruasi, pun terjadi melalui rangsangan seksual. Keputihan abnormal dapat terjadi pada semua alat genitalia (infeksi bibir kemaluan, liang senggama, mulut rahim, rahim dan jaringan penyangga, dan pada infeksi penyakit hubungan seksual) (Manuaba,1999)

Jenis dan Gejala Keputihan

Jadi keputihan merupakan suatu keadaan yang dialami oleh setiap wanita dengan mensekresi lendir yang berlebih pada organ intimnya. Keputihan bisa dikategorikan menjadi dua macam, yaitu:

  1. keputihan fisiologis (biasa/normal), dan
  2. keputihan patologis (tidak biasa/tidak normal).

Keputihan Normal / Fisiologis

Keputihan fisiologis adalah suatu keadaan sekresi lendir pada organ intim wanita yang biasanya akan muncul saat masa subur, saat sesudah dan sebelum menstruasi. Biasanya saat kondisi-kondisi tersebut sering terdapat lendir yang berlebih. Jadi jangan khawatir, karena ini normal terjadi pada wanita dalam keadaan ini dan biasanya tidak menyebabkan rasa gatal serta tidak berbau.

Keputihan fisiologis atau juga banyak disebut keputihan normal memiliki ciri-ciri:

  • Cairan keputihannya encer,
  • Cairan yang keluar berwarna krem atau bening,
  • Cairan yang keluar tidak berbau,
  • Tidak menyebabkan gatal,
  • Jumlah cairan yang keluar terbilang sedikit.

Keputihan Patologis (tidak biasa / tidak normal)

Keputihan patologis disebut juga sebagai keputihan tidak normal. Jenis keputihan ini dikategorikan ke dalam jenis penyakit. Keputihan patologis dapat menyebabkan berbagai efek dan hal ini akan sangat mengganggu bagi kesehatan wanita pada umumnya dan khususnya kesehatan daerah kewanitaan.

Keputihan patologis akibat adanya infeksi akan mengakibatkan meningkatnya risiko bayi lahir prematur pada wanita hamil dan bayi pun akan turut terkena infeksi bahkan menyebabkan kematian pada bayi. Keputihan patologis memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Cairannya bersifat kental,
  • Cairan yang keluar memiliki warna putih seperti susu, atau berwarna kuning atau juga hijau,
  • Keputihan patologis menyebabkan rasa gatal,
  • Cairan yang keluar memiliki bau yang tidak sedap,
  • Biasanya menyisakan bercak-bercak yang telihat pada celana dalam wanita,
  • Jumlah cairan yang keluar sangat banyak.

jenis keputihan

(c) Niki Diagnostic Center

Penyebab Keputihan

Kebersihan

Tidak menjaga organ intim wanita dengan baik akan menyebabkan kebersihannya kurang terjaga. Organ intim yang kurang terjaga kebersihannya dapat mengundang berbagai penyakit, salah satu tandanya adalah keputihan. Hal ini menyebabkan kelembaban vagina mengalami peningkatan dan hal ini membuat penyebab infeksi berupa bakteri patogen akan sangat mudah untuk menyebarnya. Jadi kebersihan organ intim adalah hal utama yang harus diperhatikan sebelum yang lainnya.

Stres

Kondisi stres dipengaruhi oleh kontrol otak yang akan diikuti oleh perubahan dan keseimbangan hormon – hormon dalam tubuh, di mana hal ini dapat menimbulkan terjadinya keputihan.

Penggunaan obat-obatan

Seperti yang diketahui bahwa antibiotika merupakan senyawa atau kelompok obat yang dapat mencegah perkembangbiakan berbagai bakteri dan mikroorganisme berbahaya dalam tubuh. Selain itu, antibiotika juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit menular yang disebabkan oleh protozoa dan jamur. Penggunaan obat antibiotika dalam jangka lama bisa menyebabkan sistem imunitas menurun pada tubuh wanita. Efek samping yang paling rentan adalah infeksi jamur pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan, gatal dan vagina mengeluarkan bau serta cairan.

Mencegah Keputihan

Beberapa hal di bawah ini dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya keputihan:

  • Bersihkanlah selalu organ intim Anda dengan menggunakan pembersih yang tidak menyebakan ganguan kestabilan pH pada area intim tersebut
  • Jangan menggunakan bedak atau bubuk yang bertujuan untuk membuat organ intim Anda berbau harum atau kering. Karena partikel bedak yang kecil dan halus dapat dengan mudah terselip dan tidak mudah untuk dibersihkan, hal ini yang mengundang jamur pada organ intim Anda.
  • Keringkanlah organ intim Anda dengan baik setelah selesai mandi atau mencuci organ intim.
  • Seringlah mengganti pembalut pada saat Anda mengalami menstruasi.
  • Jangan menggunakan panty liner terlalu sering, gunakanlah pada saat perlu saja.
  • Jika Anda mengalami stres, ambillah cuti panjang untuk refreshing otak, karena stres dapat memicu keputihan.
  • Gunakanlah pakaian dalam yang nyaman agar kelembaban organ intim Anda terjaga.

Pengobatan Keputihan

Sebaiknya mencegah dari pada mengobati. Tetapi jika keputihan itu sudah datang, ada beberapa saran yang sahabat wanita perlu lakukan. Apabila keputihan yang dialami adalah yang fisiologik tidak perlu pengobatan, cukup hanya menjaga kebersihan pada bagian kemaluan. Apabila terjadi keputihan patologis sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter, untuk mengetahui letak bagian yang sakit dan darimana keputihan itu berasal. Keputihan yang patologis yang paling sering dijumpai yaitu keputihan yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan parasit. Untuk penegakkan diagnosis yang dilakukan oleh dokter, perlu adanya pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium.

Penegakan diagnosis harus didukung data laboratorium terkait, selain gejala dan tanda klinis yang muncul dan hasil pemeriksaan fisik seperti pH vagina dan pemeriksaan mikroskopik untuk mendeteksi blastospora dan pseudohifa (Widiawaty, 2006). Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan adalah pemeriksaan pengecatan Gram.

Pemeriksaan Laboratorium (Gram)

pemeriksaan keputihan

(c) Niki Diagnostic Center

Pewarnaan Gram ini pertama kali dikembangkan oleh seorang ahli histologik Christian Gram (1884). Pemeriksaan atau pewarnaan Gram adalah suatu metode pengambilan bahan cairan organ intim dengan mengunakan lidi kapas steril. Lalu cairan tersebut akan dilakukan pewarnaan di atas objek gelas dan diperiksa di bawah mikroskop. Tujuan dari pewarnaan Gram adalah untuk melakukan pengamatan morfologi bakteri dengan pewarnaan diferensial bakteri-bakteri yang bersifat Gram negatif dan positif.

Pengambilan cairan yang dilakukan oleh petugas laboratorium tidak akan menimbulkan rasa sakit. Bahan hanya akan diambil pada bagian luar saja. Jadi tidak perlu khawatir prosedur akan dilakukan secara profesional oleh petugas laboratorium, kenyamanan pasien akan sangat terjamin.

Info lebih lanjut:
NIKI DIAGNOSTIC CENTER

Jl. Gatot Subroto II no.5
Denpasar – Bali
Website
Telp: (0361) 425 333
Fax: (0361) 430 236
Buka: 07.00 – 22.00 WITA

About the Author
Mommy's Helper Bali Mommy’s Helper Bali (MH Bali) merupakan komunitas para ibu di Bali yang ada sejak tahun 2012, dan bertujuan untuk menjadi wadah para ibu untuk sharing dan saling membantu dalam keseharian. Website ini dibuat sebagai bentuk realisasi dari visi MH Bali agar komunitas ini dapat berguna dan menjadi pengaruh positif untuk masyarakat luas melalui informasi yang dapat diakses oleh semua pengguna internet. Artikel di website ini ditulis oleh beberapa member MH Bali. Kami juga menerima kontribusi artikel, hubungi kami untuk info lebih lanjut.

Leave A Response