Manfaat Bermain bagi Bayi dan Anak

Posted on May 17 2016 - 5:48pm by Mommy's Helper Bali

Manfaat bermain bagi bayi bukanlah hal yang aneh, karena bermain sudah merupakan kesukaan alamiah setiap bayi dan anak. Setiap ibu pasti berusaha untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayinya. Sebagian besar para ibu, pasti juga sudah memahami bila nutrisi atau asupan makanan bergizi dan seimbang akan mendukung perkembangan fisik bayi secara optimal. Namun tidak semua ibu menyadari bahwa seorang bayi membutuhkan berbagai kegiatan rangsangan atau stimuli dari luar dirinya (lingkungan) agar psikis atau intelegensi dan mentalnya dapat berkembang secara optimal. Walaupun hampir semua ibu di seluruh dunia tahu bagaimana melakukan kegiatan rangsangan pada bayi, namun di pulau Jawa, kegiatan itu disebut ‘mengudang’ bayi.

Manfaat Bermain Bagi Bayi

(c) Diana Suciawati

Manfaat Bermain bagi Bayi

‘Mengudang’ bayi dalam beberapa artikel disebut sebagai menimang bayi. Sesungguhnya ‘mengudang’ bayi itu lebih dari sekedar menimang bayi saja. Karena selain ditimang, bayi diajak berkomunikasi, bercanda serta sambil bersenandung dan menatap mata bayi, ibu melakukan gerakan atau mimik wajah lucu menggoga bayi dan bayi menanggapinya dengan gerakan gerakan maupun suara suara meraban (bubbling) bahkan dengan gelak tawanya. Kegiatan yang merangsang atau menstimulasi ini dapat diistilahkan sebagai bermain bagi bayi.

Pentingnya Stimulasi Sensori pada Bayi

Manfaat bermain bagi bayi akan mengoptimalkan perkembangan psikis dan intelegensinya karena dalam proses menanggapi rangsangan dari luar tersebut, bayi melatih akurasi sensorinya. Sistem sensori memampukan kita untuk menanggapi stimuli dari luar dengan tepat. Misalnya, kita akan segera menarik tangan saat menyentuh benda panas. Mengapa? Karena sistem indera peraba merasakan sensasi panas itu, lalu dengan segera mengirimkan informasi ke otak dan otak memerintahkan tangan untuk bergerak menjauh. Mengapa? Karena bila tetap di situ ataupun tetap menyentuhnya, kulit tangan akan terluka. Inilah yang dinyatakan sebagai akurasi sensori.

Akurasi sensori terbentuk melalui stimulasi kinestetik atau rangsangan terhadap gerak tubuh. Ketika bayi merespon rangsangan dari luar dengan gerakan otot otot tubuhnya (gelak tawa, gerakan kaki – tangan, anggukan dan gelengan kepala serta melonjak lonjak), semua gerak respon ini merupakan perintah dari sel sel syaraf pusat yang ada di otak bayi. Karena itu, bila rangsangan kinestetik sering terstimulasi, sel sel otak juga akan sering terstimulasi, yang berarti mengoptimalkan perkembangan intelegensi atau kecerdasan bayi.

Perkembangan intelegensi dan kecerdasan bayi dapat terpacu melalui bermain. Jadi, mengajak bayi untuk sering sering bermain (mengudang) itu perlu karena merangsang sensorinya. Namun perlu diingat, sensori yang diterima dan direspon oleh panca inderanya. Bayi memahami dunia melalui indera yang dimilikinya. Apa dan bagaimana pola integrasi indera? Hal ini akan dibahas pada artikel berikutnya: Ragam dan Cara Stimulasi Indera Bayi.

 

Kontributor

Lies Budyana, Ibu dua anak remaja, adalah mantan guru dan kepala sekolah dengan latar belakang pendidikan magister Psikologi yang mengabdikan hidupnya bagi kesuksesan setiap keluarga Indonesia

 

About the Author
Mommy's Helper Bali Mommy’s Helper Bali (MH Bali) merupakan komunitas para ibu di Bali yang ada sejak tahun 2012, dan bertujuan untuk menjadi wadah para ibu untuk sharing dan saling membantu dalam keseharian. Website ini dibuat sebagai bentuk realisasi dari visi MH Bali agar komunitas ini dapat berguna dan menjadi pengaruh positif untuk masyarakat luas melalui informasi yang dapat diakses oleh semua pengguna internet. Artikel di website ini ditulis oleh beberapa member MH Bali. Kami juga menerima kontribusi artikel, hubungi kami untuk info lebih lanjut.

Leave A Response