Penggunaan Antibiotik yang Benar, Apakah sudah Mengerti Benar?

Posted on Dec 22 2016 - 8:08am by Titin Isyana

“Loh, Bu, anaknya pilek gitu kok gak dibawa ke dokter? Ke dokter saja minta antibiotik supaya cepat sembuh…”

“Pak, sakit perut terus, ke apotek saja beli antibiotik supaya langsung sembuh. Bisa kok tanpa resep.”

“Dok, saya minta anak saya diresepkan antibiotik ya, sudah seminggu batuknya tidak reda juga.”

Anda sering mendengar percakapan di atas? Atau malah Anda yang kalau ke dokter selalu mintanya diresepkan obat antibiotik?

Penggunaan Antibiotik yang Benar

(c) www.okezone.com

Sebenarnya, antibiotik itu apa sih, dan kenapa dianggap sebagai obat mujarab penyembuh semua penyakit? Berikut kami jabarkan penggunaan antibiotik yang benar.

 

Apa Itu Antibiotik?

Antibiotik yang pertama kali ditemukan adalah Penisilin, ditemukan pada tahun 1928, oleh ilmuwan Alexander Fleming. Antibiotik adalah obat yang tergolong obat keras, yang dipakai untuk mengobati infeksi bakteri.

Antibiotik tidak dapat bekerja melawan virus, jamur dan parasit. Antibiotik tidak dapat membasmi semua bakteri sekaligus. Bakteri tertentu hanya dapat dibasmi dengan antibiotik jenis tertentu pula. Untuk mengetahui antibiotik mana yang tepat untuk membasmi suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri, kita perlu tahu bakteri apa yang menyebabkan penyakit tersebut dengan melakukan pemeriksaan bakteri di laboratorium. Cara pengambilan sample bakteri bisa dilakukan dengan pengambilan darah, atau urine dan feses – tergantung dari penyakit yang diderita.

Jadi kesimpulannya, jika penyakit yang diderita disebabkan oleh virus (misalnya: batuk dan pilek), antibiotik tidak dapat menyembuhkan penyakit tersebut.

Dokter tidak dapat melihat apakah suatu penyakit disebabkan oleh bakteri atau virus hanya dengan pemeriksaan singkat.  Kalaupun penyakit tersebut ternyata memang disebabkan oleh bakteri, untuk mengetahui obat antibiotik apa yang harus diresepkan, dokter perlu melihat terlebih dahulu hasil pemeriksaan laboratorium.

 

Mengapa Antibiotik Dianggap Sebagai Obat Mujarab?

Antibiotik memang dapat menyelamatkan jiwa dari penyakit-penyakit berbahaya yang mengancam nyawa seperti misalnya penyakit TBC karena bakteri mycobacterium tuberculosis, pneumonia atau radang paru-paru yang sebagian disebabkan oleh bakteri pneumonia pneumoccocus, dan penyakit-penyakit lainnya yang disebabkan oleh bakteri. Namun, kurang lengkapnya informasi serta salah kaprah yang beredar di masyarakat adalah mengenai betapa ampuhnya antibiotik ini menyembuhkan beraneka ragam penyakit (karena bakteri). Antibiotik kemudian dianggap dapat menyembuhkan segala macam penyakit, dari yang ringan seperti common cold hingga penyakit berat, termasuk juga yang disebabkan oleh virus, bahkan penyakit alergi.

Karena ketidaktahuan juga, pasien yang berobat ke dokter seringkali meminta dokter untuk meresepkan obat antibiotik dengan alasan agar penyakitnya cepat sembuh. Dokter yang kurang informatif dan hanya ingin menyenangkan pasien biasanya dengan senang hati meresepkan sesuai yang diminta pasien.

Jadi kesimpulannya, berobat ke dokter bukanlah untuk (semata-mata) meminta resep obat, namun untuk berdiskusi dengan dokter mengenai solusi untuk meredakan gejala penyakit dan tindakan tepat untuk menyembuhkan penyakit dengan efektif.

 

Penggunaan Antibiotik yang Benar

Jika dokter curiga penyakit yang diderita disebabkan oleh infeksi bakteri, hendaknya pasien meminta surat rujukan dari dokter, untuk memeriksakan lebih lanjut ke laboratorium agar jelas, apakah penyakit tersebut merupakan infeksi bakteri atau bukan, dan jenis bakteri yang menyebabkan terjadinya infeksi.

Sumber: Milis Sehat

 

Artikel-artikel terkait lainnya:

  • Efek Samping Antibiotik dan Bahaya Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat
  • Pengertian dan Bahaya Resistensi Antimikroba
  • Demam, Batuk dan Pilek, Apakah Butuh Antibiotik?
About the Author
Titin Isyana Titin adalah penggagas komunitas Mommy's Helper Bali, yang juga seorang penulis lepas di salah satu agensi penulis artikel. Di waktu senggangnya ia gemar membaca buku, menonton film bersama suami, dan menemani putri semata wayangnya bermain.

Leave A Response