Peran Orang Tua untuk Masa Depan Anak dengan Ikatan Erat dan Aman

Posted on May 27 2016 - 4:28pm by Mommy's Helper Bali

Apakah Anda akan melakukan peran orang tua untuk masa depan anak? Jika ada satu hal yang bisa Anda lakukan untuk anak Anda yang dapat mengembangkan kepercayaan diri mereka, membantu performa akademik mereka di sekolah, mengembangkan hubungan yang positif dengan sesama, membantu mengatasi stres dan memberikan mereka dasar yang kuat sehingga mereka bisa menjadi orang tua yang membesarkan anak yang sehat dan bahagia, apakah Anda akan melakukannya? Kebanyakan orang tua pastinya akan menjawab, “Iya! Tentu saja!”

Peran Orang Tua untuk Masa Depan Anak

(c) Stella Mundi School

Lalu, apa peran orang tua untuk masa depan anak?

Apakah satu hal ini yang mempunyai dampak yang begitu hebat pada kehidupan anak Anda? Secure attachment atau hubungan orang tua-anak yang mempunyai ikatan yang erat dan aman. Ikatan erat dan aman orang tua dan anak penentu masa depan yang cemerlang.

Tanggung jawab kita sebagai orang tua melebihi kemampuan kita menyediakan kebutuhan dasar anak seperti makanan, minuman dan tempat tinggal. Mereka juga membutuhkan kita untuk menjadi orang tua yang bisa diandalkan, penuh perhatian dan konsisten dalam cara kita menyayangi dan membesarkan mereka. Ini dimulai dengan membangun kedekatan yang sehat, erat dan aman. Anda tentu pernah dengar pepatah “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”? Sifat anak tidak jauh dari orangtuanya. Dalam hal ini, pengertian saya akan pepatah ini adalah perilaku anak adalah cerminan hubungan yang terjalin antara dia dan orangtuanya. Karena bagaimana anak mengurus dan melihat diri mereka adalah cermin cara orang tuanya membesarkan mereka. Hubungan mereka dengan Anda sebagai orang tua adalah hubungan pertama yang penting dan kritis dalam menentukan perkembangan mereka.

Seberapa pentingkah ikatan yang erat dan aman bagi anak?

Kedekatan yang aman atau secure attachment telah diteliti dan dianalisa oleh pakar perkembangan dan psikolog anak seperti Freud, Erik Erikson dan John Bowlby. Yang ditemukan adalah secure attachment antara anak dan orang tua atau pengasuh utamanya sangat mempengaruhi perkembangan serta kemampuan mengekspresikan emosi dan membangun hubungan di kemudian hari. Tidak hanya itu saja, kekuatan ikatan hubungan yang Anda bangun dengan anak merupakan faktor penting dalam pengembangan otak anak Anda dan mempengaruhi perkembangan sosial, emosi, intelek dan fisik.

Kualitas ikatan antara anak dan orang tua bervariasi. Kedekatan yang kuat dan aman pada usia dini menjadi fondasi hidup yang optimal bagi anak Anda. Melalui ikatan yang kuat, keinginan untuk belajar, kesadaran diri yang sehat, kepercayaan dan kepedulian akan sesama. Hubungan aman dan sehat antara anak dan orang tua membantu mereka mengembangkan kepercayaan terhadap pengasuh mereka, penguasaan diri dan ketrampilan dalam memecahkan masalah.

Sebaliknya, kedekatan yang tidak aman dapat menyebabkan kurang percaya diri dan menciptakan rasa tidak aman pada anak—anak, menimbulkan rasa takut ketika membangun hubungan dengan orang lain, kemarahan, hiperaktifitas dan kesulitan mengontrol diri. Hubungan yang gagal menciptakan rasa aman dan pengertian dalam diri anak bisa mengakibatkan kebingungan akan identitas mereka serta kesulitan dalam belajar dan membangun hubungan dengan orang lain.

Secure attachment memainkan peran penting dalam perkembangan otak anak Anda. Ada sebuah penelitian yang dilakukan pada anak-anak yatim piatu Romania pada tahun 1989 setelah pemerintahan kejam dan brutal negara itu digulingkan. Pada saat itu, lebih dari 100.000 anak-anak tinggal di panti asuhan milik pemerintah. Mereka terbengkalai dan tidak pernah merasakan ikatan yang erat dengan pengasuh mereka. Kebanyakan dari mereka mengalami masalah pertumbuhan serta menderita berbagai gangguan mental dan emosi. Para peneliti kemudian melakukan tes untuk mengetahui perkembangan otak mereka menggunakan teknologi elektroencephalography (EEG), yang mengukur aktifitas elektrik di otak mereka. Kebanyakan anak yatim piatu tersebut ditemukan memiliki aktifitas eletrik yang sangat rendah.

Are the scars of deprivation imprinted on a child's brain?

(c) Daily Mail UK

Are the scars of deprivation imprinted on a child’s brain? – Daily Mail UK

Gambar di atas ini menunjukkan scan otak anak yatim piatu Romania yang masanya jauh lebih kecil dibandingkan otak normal. Para ilmuwan menemukan penyebab otak mereka mengecil bukan hanya karena mereka mengalami malnutrisi, tapi karena mereka gagal menerima ikatan yang erat dan aman dengan orang tua mereka. Akibatnya, area otak yang menguasaipenglihatan, bahasa dan emosi mereka tidak berkembang dengan baik.

Kualitas ikatan yang terjalin pada usia dini mempunyai dampak yang penting terhadap kemampuan anak Anda membangun hubungan di kemudian hari. Ayo Ayah dan Bunda, Papa dan Mama, cintailah anak Anda dan bangunlah hubungan yang memiliki ikatan yang erat, sehat dan aman. Karena inilah dasar dari kemampuan bersosiliasi, meregulasi emosi, perkembangan intelek serta fisik anak Anda yang mereka rasakan dampaknya hingga dewasa.

 

Mitos Mengenai Secure Attachment

“Saya mempunyai ikatan yang erat dan kuat dengan anak saya karena saya melahirkan dia.”
Walaupun bonding antara ibu dan anak terjadi secara alami, faktanya adalah anak Anda memiliki sistem saraf yang berbeda dengan Anda. Apa yang membuat Anda nyaman belum tentu bisa membuat anak Anda nyaman. Apa yang Anda sukai belum tentu disukai anak Anda. Anda tidak akan mengerti kebutuhan mereka jika Anda tidak mengambil waktu untuk mempelajari bahasa tubuh dan isyarat anak Anda dan meresponnya dengan benar.

“Saya sudah membangun ikatan yang erat dan aman dengan anak saya dengan menyayanginya”

Sayangnya, menyayangi anak Anda tidak berarti ikatan yang erat otomatis terjalin. Secure attachment terjalin dari kemampuan Anda menangani stres, merespon bahasa tubuh dan isyarat anak dan merespon dengan positif kebutuhan mereka.

“Sangat sulit bagi saya untuk mengenali bahasa tubuh dan isyarat anak saya, ini berarti saya tidak punya ikatan yang erat dan aman dengan anak saya.”

Untuk mengerti dan merespon bahasa tubuh dan isyarat anak Anda dengan tepat setiap saat adalah pekerjaan yang tidak mungkin tercapai karena anak Anda terus berkembang dan berubah seiring pertumbuhan mereka. Selama Anda mengenali tanda-tanda awal hubungan yang mulai tidak sehat dan berusaha memperbaikinya, ikatan Anda dengan anak akan tetap kuat dan bahkan bisa menjadi semakin kuat setelah masa sulit usai.

“Saya memanjakan anak saya kalau selalu merespon kebutuhan mereka.”
Justru kebalikannya, semakin responsif Anda terhadap kebutuhan anak Anda, maka semakin tidak manja anak Anda ketika bertumbuh dewasa. Bonding menciptakan rasa kepercayaan pada anak Anda, dan anak dengan secure attachment cenderung menjadi anak yang independen.

“Secure attachment adalah proses satu-arah, yaitu mempelajari dan merespon bahasa tubuh dan isyarat anak saya.”
Attachment adalah ikatan emosi yang erat antara dua individu dan kemampuan untuk membentuk dan memelihara hubungan emosi yang sehat. Kemampuan untuk menciptakan hubungan istimewa ini dimulai pada usia dini.

 

Tips membangun ikatan erat dan aman dengan anak Anda

  • Luangkan waktu untuk anak Anda setiap hari, walaupun hanya 15 menit. Anak-anak belajar mengandalkan Anda hanya jika Anda hadir dalam hidup mereka. Sisihkan waktu untuk anak Anda setiap hari, walaupun hanya sebentar. Ketika bersama anak Anda, berikan perhatian penuh Anda dan tidak terbagi dengan pekerjaan, aktifitas rumah tangga atau gadget elektronik Anda.
  • Tingkatkan pengetahuan dan pengalaman berinteraksi tidak hanya dengan anak Anda tapi anak sebayanya. Carilah kesempatan untuk berinteraksi dengan anak Anda dan teman sebayanya dengan mengatur play dates, mengikuti kelompok bermain atau menyumbangkan waktu di sekolah anak Anda.
  • Kenali bahasa tubuh dan isyarat anak Anda. Perhatian dimulai dengan mempelajari dan menyerap isyarat dan bahasa tubuh anak Anda ketika mereka membutuhkan kasih sayang, perlindungan atau pertolongan, contohnya tangisan yang berbeda, cara mereka memegang tangan Anda dsb. Kemudian, responlah kebutuhan anak dengan menghibur atau membantu mereka. Perhatian penuh berarti kemampuan Anda untuk mengenali isyarat anak Anda dan memenuhi kebutuhan mereka untuk dipeluk, diajak berbicara, lelah dan butuh beristirahat, lapar atau perlu diganti popoknya.
  • Tanggapi kebutuhan fisik atau emosi anak Anda dengan cepat dan konsisten untuk membangun rasa percaya pada diri mereka. Kecakapan Anda dalam merespon kebutuhan mereka adalah sangat penting bagi perkembangan anak yang sehat. Semua suara, tangisan, ekspresi wajah dan tindakan anak perlu tanggapan sehingga mereka bisa belajar untu merespon dan berinteraksi dengan dunia disekitarnya. Anak mengembangkan konsentrasi, ketertarikan, kegembiraan dan rasa ingin tahunya melalui cara orang dewasa merespon terhadap mereka. Anak yang tidak menerima respon positif bisa menjadi apatis dan kehilangan rasa ingin tahu, ketertarikan dan kegembiraan mereka.
  • Respon bahasa tubuh dan isyarat anak Anda dengan benar. Tangisan seorang anak bisa berarti mereka lapar, tapi juga bisa berarti mereka lelah, sakit, dsb. Orang tua perlu merespon dengan tepat sinyal yang anak Anda berikan.
  • Berikan respon yang hangat, positif dan tanggapan peduli ketika berinteraksi dengan anak. Mulai dari ketika memandikan mereka atau menjawab pertanyaan, bangun hubungan yang hangat dan penuh pengertian dengan anak Anda. Pelukan hangat dan ucapan positif membentuk pengalaman anak dalam membangun hubungan dan menciptakan rasa aman dalam diri mereka. Berikan cinta dan kasih sayang sebanyak mungkin kepada anak Anda ketika berinteraksi dengan mereka.
  • Ketika bermain dengan anak Anda, ikuti cara bermain atau berinteraksi mereka. Kadang orang tua gagal menyadari bahwa mereka sedang mengganggu keinginan anak untuk menjelajah ketika orang tua mengatakan “Tidak”. Kita sering mengganggu upaya anak untuk mengekspresikan diri mereka. Bekerja sama dengan anak dan berikan peraturan yang jelas sangat penting. Ikuti cara mereka berinteraksi, ketika mereka tersenyum, bermain cilukba, ingin bermain kejar-kejaran atau minta dikelitik. Luangkan waktu Anda untuk berinteraksi dengan anak, tapi berhati-hatilah untuk tidak memaksa melakukan aktifitas atau interaksi tertentu. Sebaliknya, perhatikan upaya anak Anda untuk berinteraksi, bekerja sama dengan mereka ketika Anda bermain atau membantu mereka.
  • Hindari terlalu menstimulasi anak Anda ketika berinteraksi. Anak-anak kadang tidak mampu mengutarakan atau mengatur kebutuhan tubuh mereka. Contohnya “Ibu, sudah berhenti main, aku lelah!” Dengan mempelajari bahasa tubuh dan isyarat anak Anda, maka Anda akan mengenali sinyal ketika mereka telah terlalu terstimulasi (overstimulated). Perhatikan sinyal ini dengan seksama pada anak Anda. Lalu berikan waktu untuk mereka menyendiri untuk menenangkan diri atau beristirahat. Atau peluk mereka hingga mereka tenang.

 

Kontributor

Sabrina Tumewu, LL.B, B.A (Med&Comm), PGCertPT, adalah seorang ibu yang selalu haus akan ilmu dan pengalaman mengenai parenting. Setelah 10 tahun berkecimpung di dunia hukum dan media komunikasi di Australia dan bekerja dengan institusi bereputasi internasional seperti ABC (Australian Broadcasting Corporation), Australia-Indonesia Centre dan Monash University, Sabrina dan suaminya pindah ke Bali untuk cuaca tropis yang bersahabat untuk anaknya. Kepeduliannya yang berawal dari anaknya memicu ketertarikannya akan pendidikan anak dan parenting. Dia kemudian beralih profesi menjadi terapis bermain dan pendidik. Bersama suaminya yang memiliki pengalaman di dunia pendidikan Australia selama lebih dari 12 tahun, dia membuka Sekolah Stella Mundi yang memberikan pendidikan holistik dan terintegrasi di daerah Renon.

 

More reading:


About the Author
Mommy's Helper Bali Mommy’s Helper Bali (MH Bali) merupakan komunitas para ibu di Bali yang ada sejak tahun 2012, dan bertujuan untuk menjadi wadah para ibu untuk sharing dan saling membantu dalam keseharian. Website ini dibuat sebagai bentuk realisasi dari visi MH Bali agar komunitas ini dapat berguna dan menjadi pengaruh positif untuk masyarakat luas melalui informasi yang dapat diakses oleh semua pengguna internet. Artikel di website ini ditulis oleh beberapa member MH Bali. Kami juga menerima kontribusi artikel, hubungi kami untuk info lebih lanjut.

Leave A Response