Pola Makan Sehat Anak Dengan Metode Baby-Led Weaning (Part 1)

Posted on Dec 6 2016 - 1:54pm by Mia Aristanti

Baby-Led Weaning (BLW) mulai banyak digunakan di masyarakat. Namun apakah metode Baby-Led Weaning ini? Saat buah hati kita menginjak usia 6 bulan, mulailah dia merambah dunia makanan. Sebagai orang tua, tentunya kita ingin anak-anak kita memiliki pola makan sehat dan asupan gizi yang seimbang. Metode MPASI (Makanan Penunjang Air Susu Ibu) konvensional adalah dimana orang tua atau pengasuh bayi memegang peranan utama. Mereka menentukan menu makan, mempersiapkannya dan menyuapinya ke si bayi. Mereka menentukan seberapa sering dan seberapa banyak si bayi makan. Hal ini dapat memiliki efek samping, yakni bayi tidak tahu kapan dia kenyang, dan juga tidak belajar mengenai tekstur makanan. Banyak juga bayi yang tidak belajar mengunyah, dan menimbulkan kesulitan makan saat mereka besar. Dalam beberapa tahun terakhir ini, metode Baby-Led Weaning telah muncul dan menjadi tren alternatif dalam perjalanan makan bayi selain metode konvensional.

baby-led weaning

(c) http://www.fieldsofflavor.com/

baby-led weaning

 

Definisi Baby-Led Weaning

Baby-Led Weaning (BLW) adalah cara pengenalan makanan dimana bayi berperan penting untuk menentukan seberapa banyak dia makan. Bayi tidak disuapi, melainkan dibiarkan mengambil dan menyuap makanannya sendiri. Terlebih lagi, bayi tidak diberi makanan halus seperti bubur saring atau puree buah-buahan, melainkan langsung diberi makanan padat yang dipotong-potong seukuran jari orang dewasa.

Dasar pemikiran metode BLW adalah memperkenalkan rasa dan tekstur makanan kepada bayi, bukan untuk mengisi perutnya. Bayi belajar berbagai keterampilan baru di saat makan, mulai dari mengambil makanan dari meja, memasukkan makanan ke mulut, menjilat dan mengunyah sampai akhirnya belajar menelan. Selain itu, bayi belajar mengenali kapan mereka berhenti makan karena kenyang, jenis-jenis makanan yang mereka sukai dan tidak sukai, serta berbagai jenis tekstur makanan. Perbedaan utama antara BLW dan pengenalan makan konvensional (disuapi) adalah urutan cara makan. Dengan menyuapi puree, bayi belajar menelan dahulu sebelum mengunyah. Dengan BLW, bayi belajar mengunyah terlebih dahulu sebelum mulai belajar menelan makan.

baby-led weaning

 

Kapan mulai BLW?

Bayi Anda siap untuk BLW apabila:

  1. Berusia antara 6-8 bulan
  2. Dapat duduk tegak tanpa bantuan
  3. Mulai tertarik pada makanan (memperhatikan saat orang dewasa makan)
  4. Mulai memegang dan mengambil benda-benda di dekatnya, kemudian memasukkan ke mulut

 

Pedoman Memulai BLW

  1. Kenalkan rasa dan tekstur. Memperkenalkan makanan dengan metode BLW bukan bertujuan untuk membuat perut bayi kenyang. Pada tahap awal, tujuannya adalah memperkenalkan rasa dan tekstur saja, oleh karena itu waktu makan BLW adalah diantara jam menyusui (sebelum bayi merasa lapar). Seiring dengan bertambahnya usia bayi, dia akan belajar menelan makanan, kemudian mengetahui rasa kenyang. Semakin banyak makanan yang berhasil dikunyah dan ditelan, jarak diantara menyusui akan semakin panjang, disinilah proses weaning (menyapih) terjadi.
  2. Sediakan peralatan yang diperlukan. Peralatan BLW yang terpenting adalah kursi makan bayi dan banyak kesabaran. Tidak perlu menggunakan piring atau sendok garpu, letakkan makanan di nampan yang terpasang erat di kursi makan dan biarkan bayi bergerilya. Karena metode BLW bisa sangat berantakan, gunakan kursi makan tanpa lapisan kain. Gelar surat kabar bekas di bawah meja, dan lucuti pakaian bayi Anda – lebih mudah memandikan bayi daripada menggosok noda makanan di pakaian.
  3. Sebisa mungkin makanlah bersama bayi Anda. Pada usia ini, bayi mulai tertarik dengan apapun yang kita lakukan. Kita dapat member contoh bagaimana kita makan, berinteraksi selama waktu makan, dan memperkenalkan aneka makanan sehat. Buat waktu makan menjadi saat-saat yang menyenangkan. Bicaralah dengan bayi Anda tentang makanan yang Anda dan dia makan.
  4. Sabar dan jangan frustasi. Selama beberapa waktu, bayi hanya akan bermain-main dengan makanannya. Jangan suapi dan jangan menjadi frustasi apabila bayi Anda seolah tidak makan apapun – ingat, tujuan BLW bukan membuat perut bayi kenyang. Selama beberapa bulan pertama, kemungkinan tidak ada perubahan dalam jumlah asupan susu. Berilah bayi Anda waktu untuk mengenal makanan dan belajar mengisi perutnya sendiri.
  5. Kenali bedanya gagging (tercekik) dan choking (tersedak). Dari waktu ke waktu, mungkin bayi Anda mengalami kesulitan memindahkan potongan besar makanan di dalam mulutnya dan seolah tercekik. Jangan panik, berikan contoh gerakan mulut mengunyah agar bayi Anda bisa menirunya. Bayi akan belajar dengan cepat untuk mengunyah kemudian menelan makanan.

 

Di artikel berikutnya, kita akan membahas kelebihan dan kekurangan metode BLW dan juga beberapa menu BLW yang dapat Anda sajikan untuk buah hati Anda.

 

Baca juga: Tips dan Menu Praktis MPASI saat Traveling

About the Author
Mia Aristanti Mia adalah salah satu anggota management Mommy's Helper dengan segudang kegiatan. Selain sebagai seorang istri dan ibu dari seorang anak laki-laki, dia juga memiliki usaha makanan sehat dan juga berprofesi sebagai penterjemah lepas. Dengan hobi olahraga outdoor, membaca, memasak dan menekuni mainan edukasi untuk sang buah hati, tantangan sehari-hari adalah menemukan keseimbangan hidup untuk melakukan semua hal itu.

Leave A Response