Ragam dan Cara Stimulasi Indera Bayi

Posted on May 19 2016 - 5:52pm by Mommy's Helper Bali

Ragam stimulasi indera bayi sangatlah penting, karena dapat membantu bayi untuk berkembang secara optimal. Sejak usia berapapun, manusia belajar melalui inderanya, bahkan sejak di dalam kandungan ibu. Dalam proses belajar ini (belajar dalam arti memperoleh kecakapan hidup, tidak hanya dalam konteks akademis) sangat tergantung dari akurasi sensor yang deteksi awalnya masuk melalui indera kemudian dikirim ke sel sel syaraf pusat di otak. Itulah sebabnya mengapa kita harus terus menerus menstimulasi seluruh indera kita, sehingga tetap memiliki beragam pengalaman dan pengetahuan melalui indera dan mampu memberikan tanggapan secara tepat.

Stimulasi Indera Bayi

(c) Mia Aristanti

 

Stimulasi indera bayi yang mana saja?

Mampu memberikan tanggapan secara tepat akan berarti cerdas bagi seorang bayi dan belum pikun bagi seorang lanjut usia. Langkah awal menstimulasi indera adalah dengan memahami indera apa saja yang kita miliki. Yang umum diketahui adalah lima panca indera (yaitu indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba). Masyarakat umum menyatakan beberapa orang khusus memiliki indera ke-6. Namun, tahukah Anda, bahwa sesungguhnya semua orang memiliki indera ke-6 bahkan indera ke-7?

Indera ke-6 dan ke-7

Indera ke-6 adalah vestibular dan indera ke-7 adalah proprioceptive yang terletak di dalam otot hingga persendian dan jaringan. Indera ini akan menginformasikan ke otak posisi badan dan gerakan yang dikerjakan, termasuk juga kekuatannya. Ketika seorang bayi baru lahir indera ini belum berfungsi maksimal, oleh sebab itu seorang bayi luput atau gagal meraih benda yang dilihatnya. Demikian pula sering terjatuh ketika melangkah maupun beraktifitas lainnya serta bersusah payah belajar menyeimbangkan gerak tubuhnya.

Penyeimbangan gerak tubuh sangat dibantu oleh indera vestibular yang terletak di telinga bagian dalam. Indera ini memberitahu bagaimana posisi tubuh kita di atas permukaan bumi. Apakah sedang bergerak atau diam; jika sedang bergerak, ke arah mana gerakan kita, berapa kecepatanya, stabilitas keseimbangan, dan sebagainya. Demikianlah betapa menakjubkannya Tuhan menciptakan kita dengan ketujuh indera yang kita miliki.

Ketujuh indera yang kita miliki ini harus bisa bekerjasama agar kita mampu memberikan tanggapan yang tepat kepada lingkungan. Rangkain proses menerima, mengolah dan selanjutnya memberi respon inilah yang disebut dengan integrasi sensori. Jadi sudah jelas, bayi yang sering memperoleh stimulasi dan merespon stimulasi melalui indera inderanya akan memiliki perkembangan intelegensi, kecakapan hidup maupun kecerdasan mental yang optimal. Apa saja contoh kegiatan yang menstimulasi indera?

 

Kontributor

Lies Budyana, Ibu dua anak remaja, adalah mantan guru dan kepala sekolah dengan latar belakang pendidikan magister Psikologi yang mengabdikan hidupnya bagi kesuksesan setiap keluarga Indonesia

 

Baca juga:

Peran Orang Tua untuk Masa Depan Anak dengan Ikatan Erat dan Aman untuk mengembangkan kepercayaan diri mereka, membantu performa akademik mereka di sekolah, mengembangkan hubungan yang positif dengan sesama, membantu mengatasi stres dan memberikan mereka dasar yang kuat sehingga mereka bisa menjadi orang tua yang membesarkan anak yang sehat dan bahagia.

About the Author
Mommy's Helper Bali Mommy’s Helper Bali (MH Bali) merupakan komunitas para ibu di Bali yang ada sejak tahun 2012, dan bertujuan untuk menjadi wadah para ibu untuk sharing dan saling membantu dalam keseharian. Website ini dibuat sebagai bentuk realisasi dari visi MH Bali agar komunitas ini dapat berguna dan menjadi pengaruh positif untuk masyarakat luas melalui informasi yang dapat diakses oleh semua pengguna internet. Artikel di website ini ditulis oleh beberapa member MH Bali. Kami juga menerima kontribusi artikel, hubungi kami untuk info lebih lanjut.

Leave A Response