Review Buku Parenting: 7 Kebiasaan Anak Bahagia

Posted on Aug 31 2016 - 5:58pm by Mommy's Helper Bali

Review Buku 7 Kebiasaan Anak Bahagia kali ini kami ulas karena penulis percaya bahwa buku ini membantu sekali dalam parenting. Pernahkan anak Anda merengek “Ma, Pa, aku bosan sekali. Tidak ada yang bisa aku lakukan”. Seakan-akan rasa bosan mereka adalah salah kita sebagai orang tua. Mungkin saat anak kita bertanya seperti itu, kita bisa memberikan pilihan kegiatan buat mereka tapi mungkin biasanya tidak terlalu lama, setelah itu mereka akan mengatakan perasaan bosan mereka kembali. Apalagi pada musim liburan seperti ini yang tidak setiap hari mungkin kita bisa memberikan kegiatan pada mereka seperti di sekolah, terutama bagi working mom atau ibu bekerja, yang masih harus bekerja walaupun anak kita libur sekolah. Nah bagaimana sikap kita seharusnya?

Review Buku 7 Kebiasaan Anak Bahagia

(c) Selly Kartika

Jawabannya bisa kita temukan pada buku “7 Kebiasaan Anak Bahagia (7 Habits of Happy Kids)” karya Sean Covey. Buku ini ditulis berdasarkan buku karya Stephen R. Covey, yang tidak lain adalah ayahnya Sean Covey. Prinsip 7 kebiasaan yang dipaparkan dalam buku ini sama dengan prinsip 7 kebiasaan yang ditulis oleh ayahnya. Bedanya, konsep prinsip di buku ini dikemas dalam cerita kartun bergambar anak-anak yang menyenangkan supaya anak-anak mampu memahami kebiasaan itu dengan sendirinya tanpa merasa seperti sebuah pelajaran di sekolah. Ada 7 cerita yang menggambarkan satu kebiasaan dalam buku ini. Di akhir setiap cerita, kita akan mendapati catatan untuk kita para orang tua dan guru (Pojok Orang tua), yang berisi beberapa saran tentang cara menunjukkan kebiasaan di dalam cerita itu. Selain itu, juga terdapat beberapa pertanyaan untuk diajukan kepada anak-anak sebagai pembahasan dan sejumlah langkah-langkah kecil atau kegiatan yang dapat dilakukan untuk memulai mempraktikan kebiasaan-kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Nah penasaran mau tahu bagaimana isi buku ini?. Yuk kita intip sedikit isi bukunya.

 

Review Buku 7 Kebiasaan Anak Bahagia

Di awal buku ini, terdapat peta tempat tinggal para tokoh kartun yang akan diceritakan dalam buku ini, yang dinamakan Kampung 7 Oaks. Kemudian dilanjutkan halaman yang berisi catatan pribadi untuk orang tua dan guru yang berisi gambaran dan manfaat yang bisa didapatkan dari bukunya. Isi halaman berikutnya memperkenalkan anak-anak yang tinggal di 7 Oaks yang menjadi tokoh utama dalam setiap cerita di buku ini.

Ada 7 tokoh dalam buku ini, yaitu Goob si beruang, Jumper si kelinci, Lili si sigung, Sammy si tupai, Shopie si tupai, Pokey si landak, Allie si pembuntut. Kemudian ada satu tokoh tambahan yaitu Ernie si cacing, yang digambarkan sangat pemalu dan tidak muncul sebagai bagian tokoh dalam cerita melainkan akan muncul secara tersembunyi pada beberapa gambar dalam buku ini, sehingga kita harus mencarinya. Hal ini bisa kita jadikan permainan dalam mencari si Ernie sebagai selingan membaca bagi anak-anak. Barulah setelah itu masuk ke bagian cerita tentang 7 kebiasaan tersebut. Nah apa aja sih ceritanya?

  1. Cerita pertama berjudul “Bosan! Bosan! Bosan!” Yang mengajarkan anak untuk bertanggung jawab atas hidup mereka sendiri, atas kesenangan atau rasa bosan mereka, atas kebahagiaan atau kesusahan mereka sendiri. Tokoh utama dalam cerita ini adalah Sammy si tupai.
  2. Cerita kedua berjudul “Goob dan Kotak Koleksi Serangga” yang mengajarkan anak untuk membayangkan hasil akhir. Kebiasaan ini mengajarkan anak untuk selalu membuat rencana lebih dulu secara bijaksana agar bisa mencapai apa yang dia inginkan. Tokoh utama dalam cerita ini adalah Goob si beruang.
  3. Cerita ketiga berjudul “Pokey dan Ujian Mengeja” yang mengajarkan anak mendahulukan yang pertama. Membuat prioritas seperti belajar dulu baru bermain. Kebiasaan ini mungkin paling sulit untuk dipraktekan bahkan bagi kita yang sudah dewasa sekali pun. Namun kalau kita tidak mengajarkan sejak dini kebiasaan ini, maka mungkin mereka akan susah mempelajarinya kelak dan bisa merasakan betapa berat rasanya apabila menunda pekerjaan. Tokoh utama dalam cerita ini adalah Pokey si landak.
  4. Cerita keempat berjudul “Lili berkebun” yang mengajarkan anak berfikir menang-menang (win win solution). Senantiasa memikirkan orang lain juga di sampng diri sendiri karena hidup bukan hanya tentang diri mereka sendiri namun ada juga orang lain. Tokoh utama dalam cerita ini adalah Lily si sigung.
  5. Cerita kelima berjudul “Jumper dan Jaring Kupu-Kupu yang Hilang” yang mengajarkan anak untuk membiasakan mendengarkan dulu baru memahami. Mendengarkan disini tidak hanya dengan telinga, namun juga dari bahasa tubuh, nada dan perasaan yang tercemin dari suara kita. Kita harus berusaha memahami terlebih dahulu, baru dipahami. Tokoh utama dalam cerita ini adalah Jumper si kelinci dan Allie si pembuntut.
  6. Cerita keenam berjudul “Tim Luwak Badung” yang mengajarkan anak untuk bersinergi. Menghargai perbedaan dan menyadari bahwa dalam setiap diri kita semua memiliki kekuatan yang unik sehingga saat kita bisa bekerja bersama, kita bisa menciptakan solusi yang lebih baik daripada yang bisa dikerjakan seorang diri. Tokoh utama dalam cerita ini adalah seluruh penghuni kampong 7 Oaks.
  7. Cerita ketujuh berjudul “Shopie mangantuk” yang mengajarkan anak untuk menjaga keseimbangan dalam hidup, yaitu dengan cara terus memperbarui empat bagian yang membentuk diri kita: tubuh, hati, pikiran dan jiwa, agar hidup kita merasa lebih nyaman. Tidak hanya belajar atau bekerja saja, tapi kita juga butuh waktu untuk bermain, berolahraga atau mendekatkan diri pada Tuhan. Tokoh utama dalam cerita ini adalah Shopie si tupai.

Itulah cerita-cerita yang terdapat pada buku ini. Setelah halaman cerita, halaman selanjutnya menampilkan Pohon 7 Kebiasaan sebagai ringkasan dari kebiasaan-kebiasaan yang telah disampaikan dalam setiap cerita sebelumnya.

Bagus khan bukunya? Buku ini memang recommended banget untuk dibaca karena tidak hanya sebagai sebuah buku cerita yang menyenangkan bagi anak tapi juga sebagai buku tentang parenting buat kita sebagai orang tua, tentang bagaimana cara menghadapi anak kita dan bagaimana mengajarkan 7 kebiasaaan yang terbukti dibutuhkan dalam kehidupan agar terbentuk karakter yang kuat dalam diri anak-anak kita.

Selain itu, ternyata buku ini tersedia dalam dua versi bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris sehingga kita juga bisa sekalian memperkenalkan bahasa asing sejak dini pada anak. Buku ini sangat cocok untuk anak yang sudah/ sedang belajar membaca. Tapi juga cocok sebagai bahan cerita untuk anak yang belum bisa membaca karena gambarnya yang menarik dan bewarna-warni. Namun, karena bahan kertasnya yang soft dan mudah sobek, kita harus hati-hati saat buku diberikan pada anak-anak di bawah usia 3 tahun.

 

Kontributor

Selly Kartika

About the Author
Mommy's Helper Bali Mommy’s Helper Bali (MH Bali) merupakan komunitas para ibu di Bali yang ada sejak tahun 2012, dan bertujuan untuk menjadi wadah para ibu untuk sharing dan saling membantu dalam keseharian. Website ini dibuat sebagai bentuk realisasi dari visi MH Bali agar komunitas ini dapat berguna dan menjadi pengaruh positif untuk masyarakat luas melalui informasi yang dapat diakses oleh semua pengguna internet. Artikel di website ini ditulis oleh beberapa member MH Bali. Kami juga menerima kontribusi artikel, hubungi kami untuk info lebih lanjut.

Leave A Response