Perlu dan Pentingnya Screening Hipotiroid Kongenital (SHK)

Posted on Dec 17 2016 - 5:07pm by Mommy's Helper Bali

Kondisi hipotiroid kongenital masih asing di telinga kita. Padahal, 1 dari 2000-3000 bayi baru lahir di Indonesia lahir dengan keadaan tidak berfungsinya kelenjar tiroid ini. Hipotiroid kongenital  adalah suatu penyakit yang bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun secara mental yang disebabkan oleh kekurangan hormon tiroid sejak lahir. Apa saja penyebabnya dan bagaimana pencegahannya?

Skrining Hipotiroid Kongenital

(c) www.cff.org

Gejala dan Tanda Kelainan Hipotiroid Kongenital

  1. Aktifitas menurun,
  2. Mudah tersedak,
  3. Suara serak,
  4. Lidah tebal,
  5. Ubun-ubun melebar,
  6. Pusar menonjol (hernia umbilikalis),
  7. Hipotoni (lemah otot),
  8. Konstipasi (sembelit),
  9. Perut buncit,
  10. Intolerasi dingin,
  11. Miksedema (penyakit kekurangan hormon tiroid ketika dewasa kelak).

Apabila sebagian besar dari gejala-gejala diatas tampak jelas, bisa berarti bayi telah mengalami hambatan tumbuh kembang, yang dapat berakibat pada keterbelakangan mental.

Penyebab bayi mengalami hipotiroid kongenital antara lain karena:

  • Kelainan anatomi,
  • Gangguan metabolisme pembentukan hormon tiroid,
  • Kekurangan iodium ketika ibu bayi hamil.

 

Screening Hipotiroid Kongenital

Cara mengetahui apakah bayi mengalami hipotiroid kongenital adalah dengan melakukan screening atau uji saring pada bayi baru lahir, untuk mengetahui sedini mungkin apakah bayi mengalami gangguan tiroid atau tidak, sebelum gejala klinis muncul. Screening dapat dilakukan pada bayi baru lahir (2-5 hari setelah dilahirkan ), idealnya ketika bayi berumur 48 -72 jam.

Bayi baru lahir yang mengalami hipotiroid kongenital (HK), tidak menunjukkan gejala yang khas sehingga sering tidak terdiagnosis. Hal ini terjadi karena bayi masih dilindungi hormon tiroid dari ibu melalui plasenta. Gejala gangguan pertumbuhan dan perkembangan mulai terlihat saat usia 3 – 6 bulan.

Bila tidak segera dideteksi dan diobati, maka bayi akan mengalami gangguan pertumbuhan dan keterbelakangan mental yang tidak dapat dipulihkan. Deteksi secara dini (screening) dan pengobatan yang diberikan sebelum bayi berusia 1 bulan, dapat mencegah bayi mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan mental.

Screening Hipotiroid Kongenital dapat dilakukan pada bayi baru lahir 2-5 hari setelah dilahirkan. Idealnya 48-72 jam setelah lahir. Screening ini sangat dianjurkan bagi setiap bayi, tanpa terkecuali.

.

Apakah Kelainan Hipotiroid Kongenital Dapat Diobati?

Ya, kelainan hipotiroid kongenital dapat diobati. Semakin cepat terdeteksi semakin cepat diobati dan semakin baik pemulihannya. Obat mudah didapat, tersedia, dan relatif murah. Screening ini dilakukan dengan alat dan metode khusus, yang saat ini dapat dilakukan di Niki Diagnostic Center, Denpasar.

.

Info lebih lanjut:
NIKI DIAGNOSTIC CENTER

Jl. Gatot Subroto II no.5
Denpasar – Bali
Website
Telp: (0361) 425 333
Fax: (0361) 430 236
Buka: 07.00 – 22.00 WITA

About the Author
Mommy's Helper Bali Mommy’s Helper Bali (MH Bali) merupakan komunitas para ibu di Bali yang ada sejak tahun 2012, dan bertujuan untuk menjadi wadah para ibu untuk sharing dan saling membantu dalam keseharian. Website ini dibuat sebagai bentuk realisasi dari visi MH Bali agar komunitas ini dapat berguna dan menjadi pengaruh positif untuk masyarakat luas melalui informasi yang dapat diakses oleh semua pengguna internet. Artikel di website ini ditulis oleh beberapa member MH Bali. Kami juga menerima kontribusi artikel, hubungi kami untuk info lebih lanjut.

Leave A Response