Teknik dan Peran Play Therapy Indonesia

Posted on Nov 4 2016 - 8:11am by Mommy's Helper Bali

Peran Play Therapy Indonesia berkaitan dengan pentingnya bermain bagi perkembangan anak-anak. Namun sebenarnya, apa fungsinya dan apa itu play therapy?

Play Therapy Indonesia

(c) Facebook Play Therapy Indonesia

……karena Mainan adalah alat komunikasi anak-anak dan Dunia Bermain adalah Dunia Anak-anak…….

 

Apa itu Play Therapy dan untuk Siapa?

Play Therapy mulai dikembangkan pada peralihan abad ke-20. Saat ini, Play Therapy menjadi bagian dari berbagai macam metode penyembuhan luka-luka psikologis yang mengandalkan faedah bermain sebagai katalisnya.

Penelitian menunjukkan bahwa Play Therapy sangat efektif untuk diterapkan pada anak-anak berusia 3-12 tahun yang mengalami berbagai masalah sosial, emosional, perilaku, dan masalah dalam belajar, termasuk juga di dalamnya adalah anak-anak yang masalahnya berhubungan dengan tekanan kehidupan seperti perceraian, kematian, perpindahan tempat tinggal, rawat inap, mengalami penyakit kronis, mengalami kekerasan fisik dan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, dan bencana alam.

Play Therapy berbeda dari permainan biasa. Dalam Play Therapy seorang Terapis membantu anak-anak untuk mengatasi dan memecahkan masalah mereka sendiri karena permainan menyediakan jarak psikologis yang aman dari masalah yang dihadapi anak-anak dan memberikan cara untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran-pemikiran mereka sesuai dengan perkembangan jiwa anak-anak itu sendiri. Play Therapy akan membangkitkan mekanisme pada anak-anak untuk belajar tentang diri sendiri maupun relasi mereka dengan dunia di sekitarnya secara alami.

 

Kelas Play Therapy Indonesia

Saya berkesempatan untuk mengikuti kelas perkenalan Play Therapy pada hari Sabtu, 22 Oktober 2016 yang diselenggarakan oleh Play Therapy Indonesia dalam rangka Konferensi Play Therapy se Asia di Hotel Golden Tulip Bayview, Ungasan, Bali. Sesi-sesi pengenalan Play Therapy dibawakan oleh Julie Burton seorang Play Therapist berakreditasi dari Play Therapy United Kingdom (PTUK)/Play Therapy International(PTI), seorang Clinical Supervisor, dan Course Director dari Academy of Play and Child Psychotherapy (APAC). Beliau sudah berkecimpung di dunia Play Therapy lebih dari 30 tahun menangani anak-anak dengan berbagai ragam kendala melalui perusahaannya Jigsaw Play Therapy Ltd.

Kelas perkenalannya sendiri dibagi menjadi lima sesi:

  1. Sesi Perkenalan (ice breaking), yang luar biasa. Pada umumnya, sesi perkenalan diisi dengan cara, setiap peserta berdiri kemudian menyebutkan nama dan sedikit latar belakang dari pribadinya. Di luar kebiasaan, kali ini setiap peserta diminta untuk memilih dua benda dari berberapa kelompok benda yang telah disediakan. Ada kelompok cangkang kerang, kelompok hewan dari pra sejarah sampai yang masih ada saat ini, kelompok orang-orangan, kelompok tanaman plastik, kelompok kendaraan, dan yang paling ujung adalah kelompok bebatuan (akik dan sebagainya). Lalu setiap peserta diminta memperkenalkan diri sambil bercerita mengapa memilih dua benda tersebut. Menarik sekali, karena setiap peserta (ada delapan peserta) jadi bisa bercerita macam-macam berkaitan dengan benda yang dia pilih. Sebagian besar peserta mempersonifikasikan dirinya dengan benda yang dipilihnya. Itulah sebetulnya esensi dari sesi perkenalan ini; jika pesertanya anak-anak, maka mereka tanpa terasa akan bercerita mengenai dirinya sendiri tanpa harus dipaksa dengan media komunikasi mainan.
  2. Alat musik menjadi media komunikasi yang kedua di mana alat musik bisa dipergunakan oleh anak-anak, secara sadar atau tidak sadar, untuk menyalurkan emosi dan bercerita.
  3. Menggambar adalah media yang tidak asing bagi kita semua. Melalui gambar, kita dapat menangkap berbagai nuansa emosi mulai dari pemilihan warna dan cara menggambar.
  4. Bak pasir adalah adalah salah satu media favorit sebagian besar peserta. Bak pasir yang digabungkan dengan beberapa benda yang dipilih bisa menggambarkan dunia yang sedang dilakoni seorang anak
  5. Boneka cerita adalah media yang terakhir yang diperkenalkan Julie Burton kepada peserta. Anak-anak biasanya suka permainan boneka cerita

 

Dalam sesi Play Therapy yang sebenarnya, menurut Julie, seorang anak akan diberi kebebasan untuk melakukan apa saja di dalam ruang Play Therapy sambil diawasi oleh terapisnya yang hanya menjaga dan mengamati anak tersebut. Terapis tersebut hanya akan menaggapi jika sang anak mengajaknya berkomunikasi itu pun hanya terbatas pada mengulangi apa yang disampaikan sang anak. Ini dinamakan terapi non-intervensi, jadi sang anak diberi kuasa penuh untuk melakukan/berkomunikasi menurut kehendak hatinya. Diharapkan, dengan cara tersebut, sang anak akan bisa membangun kepercayaan diri, mengekspresikan diri dan mengembangkan diri.

 

Bagaimana tertarikkah Anda untuk memperdalam Play Therapy? Kunjungi website resmi Play Therapy Indonesia untuk informasi lebih lanjut.

 

Kontributor

Tom F. Chandra 

About the Author
Mommy's Helper Bali Mommy’s Helper Bali (MH Bali) merupakan komunitas para ibu di Bali yang ada sejak tahun 2012, dan bertujuan untuk menjadi wadah para ibu untuk sharing dan saling membantu dalam keseharian. Website ini dibuat sebagai bentuk realisasi dari visi MH Bali agar komunitas ini dapat berguna dan menjadi pengaruh positif untuk masyarakat luas melalui informasi yang dapat diakses oleh semua pengguna internet. Artikel di website ini ditulis oleh beberapa member MH Bali. Kami juga menerima kontribusi artikel, hubungi kami untuk info lebih lanjut.

2 Comments so far. Feel free to join this conversation.

  1. Veronika Nariswari November 7, 2016 at 10:56 AM - Reply

    Hi mhbali,

    Senang sekali bisa menemuiku komunitas ini Di Bali.
    Nama saya Veronika Narsiwari, saya membaca artikel tentang Play Therapy, kebetulan saat ini saya sedang menjalankan clinical hours untuk Play Therapy di Ubud, Bali. Selain itu saya juga menjalankan sekolah usia dini 3-6 tahun di Ubud.
    Saya ingin sekali bisa memberi support bagi Anak Anak yang membutuhkan sesi Play Therapy di Bali. Atau jika komunitas mhbali membutuhkan informasi lebih lanjut yang berhubungan dengan mental health problem silahkan menghubungi saya.
    Saya berharap kontribusi saya dalam memberikan awareness tentang mental health problem Dan membantu Anak Anak yang membutuhkan support dengan mental health problem Akan menciptakan generasi yang lebih baik Dan memiliki potensi mental health yang lebih baik.

    Terima Kasih!

    • Diana Suciawati November 8, 2016 at 8:47 AM - Reply

      Halo Veronika, terima kasih sudah mampir ke blog kami. Senang sekali kami bisa kenal dan connect dengan Mba Vero. Semoga ke depannya, kita bisa ketemu dan kolaborasi ya, atau sekedar mengadakan workshop. Keep in touch! 🙂 Salam.

Leave A Response