Tips Aman dan Nyaman Bersepeda di Era New Normal

Posted on Nov 16 2020 - 10:53am by Mia Aristanti

Bersepeda telah lama dikenal sebagai salah satu jenis olahraga yang memiliki banyak manfaat bagi kebugaran tubuh. Di era pandemi ini, bersepeda seolah mejadi tren baru. Tentunya, akan sangat bermanfaat bila kita tahu tentang tips aman dan nyaman bersepeda di era new normal.

Tips Aman dan Nyaman Bersepeda di Era New Normal(c) Mia Aristanti

Banyak sekali terlihat sepeda-sepeda di jalan, baik individu maupun komunitas gowes. Selain untuk olahraga, bersepeda juga menjadi alat transportasi alternatif bagi yang ingin menghindari penggunaan alat transportasi umum. Apa saja sih manfaat bersepeda, dan bagaimana cara aman dan nyaman bersepeda di era new normal? Yuk kita pelajari bersama-sama di artikel ini.

Manfaat Bersepeda bagi Kebugaran

Bersepeda termasuk jenis olahraga kardio yang efektif untuk membakar kalori dan meningkatkan kebugaran. Berikut aneka manfaat bersepeda secara teratur bagi tubuh kita:

  1. Mengurangi risiko stroke, penyakit jantung, diabetes, hingga kanker
  2. Menjaga berat badan
  3. Meredakan stres, depresi, dan gangguan kecemasan
  4. Meredakan gejala pra-menstruasi hingga menopause
  5. Memperbaiki keseimbangan dan postur tubuh
  6. Melatih kekuatan badan, terutama sendi dan otot kaki
  7. Meningkatkan rasa percaya diri
  8. Meningkatkan kualitas tidur
  9. Meningkatkan kemampuan kognitif otak

 

Tips Aman dan Nyaman Bersepeda di Era New Normal

  1. Pilih sepeda yang sesuai

Pastikan ukuran sepeda sudah sesuai dengan tinggi tubuh dan panjang kaki Anda. Selain itu, ketinggian sadel yang tepat akan membuat posisi bersepeda Anda nyaman dan menghindarkan risiko cidera atau sakit pinggang saat bersepeda. Idealnya, saat pedal berada di titik terendah dalam rotasi, kaki Anda akan sedikit menekuk saat mengayuh.

  1. Posisikan tubuh dengan benar

Saat bersepeda, hindari kebiasaan memusatkan konsentrasi tekanan dan titik berat di satu area otot saja. Pastikan siku dan lengan rileks, gerakkan badan setiap beberapa saat untuk memastikan Anda kembali ke posisi yang benar.

  1. Pilih rute sesuai kemampuan

Apabila baru memulai olahraga bersepeda, sebaiknya jangan langsung menempuh jarak yang terlalu jauh. Berikan kesempatan jantung dan paru-paru Anda untuk beradaptasi dengan cara memulai dari jarak rendah dahulu dan menaikkan jarak tempuh secara bertahap.

panduan bersepeda di new normal

  1. Perhatikan irama kayuhan

Saat mengayuh sepeda, dayungan pedal idealnya berkisar di angka 60-80 putaran per menit (rpm). Namun setiap orang memiliki irama sendiri-sendiri, usahakan Anda mengayuh dengan irama stabil agar tidak cepat lelah.

  1. Gunakan perangkat keamanan

Meskipun bersepeda jarak dekat, sebaiknya Anda tetap mengenakan perangkat kemanan bersepeda seperti helm, kacamata, sarung tangan, baju dan sepatu tertutup. Lindungi juga kulit Anda dengan menggunakan tabir surya.

  1. Pakai masker Anda di area ramai

Saat bersepeda di era new normal, kita wajib mengenakan masker, terutama di area-area yang ramai. Jangan lupa perhatikan kemampuan fisik dan paru-paru, jika merasa lelah Anda sebaiknya berhenti di area sepi untuk melepas masker sejenak.

  1. Jaga jarak antar sepeda

Sesuai protokol yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, pesepeda sebaiknya memperhatikan jarak aman minimal 20 meter antar pesepeda.

  1. Mematuhi rambu-rambu lalu lintas

Sepeda adalah salah satu alat transportasi, berarti pengguna sepeda wajib juga mematuhi peraturan di jalan raya dan rambu-rambu lalu lintas demi keamanan dan keselamatan saat berkendara di jalan. Pastikan Anda berhenti di lampu merah, gunakan hand signal untuk memberi tanda saat hendak belok atau berhenti.

  1. Pilih waktu yang tepat untuk bersepeda

Jika memungkinkan, hindari bersepeda saat jalanan padat kendaraan atau di malam hari tanpa penerangan yang cukup. Lebih baik bersepeda di pagi hari saat hari sudah terang namun lalu lintas belum padat.

  1. Rawat sepeda secara teratur

Pastikan sepeda Anda berada dalam kondisi baik dan terawat, agar aman dan nyaman saat digunakan. Periksa tekanan ban sebelum Anda berangkat, bersihkan sepeda setelah selesai dipakai dan servis secara berkala.

 

Bersepeda Sendiri atau Bersama Grup?

Walaupun bersepeda bisa dilakukan sendirian, namun sebaiknya bersepeda dilakukan berdua orang atau lebih agar dapat saling menolong seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ada berbagai komunitas sepeda yang dapat kita ikuti, misalnya saja Women’s Cycling Community Bali, Bike to Work Indonesia, dan Barong Cycling Team. Dengan bersepeda bersama komunitas, kita dapat menempuh rute-rute yang mungkin tidak kita pikirkan sebelumnya, saling support untuk meningkatkan skill dan kemampuan bersepeda, mengikuti acara-acara yang seru, dan tentunya menambah banyak teman baru. Perjalanan bersepeda pun akan terasa lebih menyenangkan bersama teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Namun, perlu diperhatikan selama masa pandemi ini untuk menghindari acara sepeda akbar dengan peserta terlalu banyak. Pilih ride dengan ukuran grup kecil saja.

 

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk mari kita jadi bugar dengan bersepeda di era new normal! Baca juga artikel bertema kesehatan lainnya di website MH Bali.

About the Author
Mia Aristanti Mia adalah salah satu anggota management Mommy's Helper dengan segudang kegiatan. Selain sebagai seorang istri dan ibu dari seorang anak laki-laki, dia juga memiliki usaha makanan sehat dan juga berprofesi sebagai penterjemah lepas. Dengan hobi olahraga outdoor, membaca, memasak dan menekuni mainan edukasi untuk sang buah hati, tantangan sehari-hari adalah menemukan keseimbangan hidup untuk melakukan semua hal itu.
Please follow and like us:
error20

Leave A Response