Tips Berkebun di Rumah untuk Pemula

Posted on Sep 21 2020 - 1:22pm by Mommy's Helper Bali

Sejak bulan Maret lalu, mau tidak mau kita melakukan sebagian besar aktivitas pekerjaan dari rumah. Kerja dari rumah, sekolah pun dari rumah. Waktu di rumah menjadi lebih banyak dibandingkan dengan hari-hari biasanya karena kita harus menjaga jarak dan kontak dekat dengan orang lain demi mencegah penyebaran virus Covid-19. Aktivitas #DiRumahAja selama berbulan-bulan membuat kita merasa bosan. Namun, rasa bosan itu dapat segera hilang ketika kita mencoba hal baru, misalnya saja berkebun di rumah untuk pemula. Apalagi jika hal baru tersebut mudah untuk dilakukan, bisa saja hal tersebut menjadi hobi baru selama pandemi.

Berkebun di Rumah untuk Pemula(c) Ariantika

Berkebun saat pandemi

Berkebun bisa menjadi salah satu aktivitas selama #DiRumahAja. Untuk kegiatan berkebun, kita tidak perlu memiliki ketrampilan khusus, sehingga kegiatan ini sangat cocok dilakukan di tengah pandemi seperti saat ini. Kita bisa memilih menanam tanaman hias atau tanaman pangan, dan kita bisa mulai mencari tips berkebun di rumah untuk pemula melalui internet.

Solusi pangan dengan berkebun

Dengan berkebun, kita juga bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga kita. Ada beberapa jenis tanaman yang bisa dipilih, misalnya kangkung, bayam, terong, cabe, tomat dan tanaman herbal seperti serai dan kemangi. Kita pun tak perlu lagi berbelanja keluar rumah, siapa tahu dari hobi menjadi peluang bisnis, bukan? Kita bisa berbagi tips berkebun untuk pemula, atau menjual hasil kebun ke tetangga, teman, dan yang lain. Simak juga tips berjualan online di tengah pandemi.

Berkebun di rumah untuk pemula

Bagaimana bisa berkebun sementara lahan yang kita miliki sangat sempit, atau tinggal di kos-kosan? Teringat pepatah “Tidak ada rotan, akar pun jadi,”, begitu pun metode berkebun. Ada banyak cara yang bisa kita lakuka sesuai dengan kondisi tempat tinggal masing-masing: bisa menggunakan media pot, polybag, vertikultur atau menanam dengan cara bertingkat di bidang vertikal/dinding maupun hidroponik yang sepenuhnya menggunakan air sebagai pengganti media tanah.

Tips berkebun untuk pemula

Apapun metode yang dipilih, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan saat berkebun di rumah untuk pemula:

  • Bagi pemula, bisa dimulai dengan memilih tanaman yang mudah ditanam dan dirawat serta disukai keluarga.
  • Tanaman harus diletakkan di tempat yang terbuka dan terjangkau oleh sinar matahari.
  • Jangan lupa untuk menyiram tanaman. Waktu penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat stomata daun terbuka. Penting diketahui bahwa kita tidak perlu sering-sering menyirami tanaman. Terlalu sering menyiramnya justru akan membuat tanaman mudah busuk dan cepat mati.
  • Pemupukan sangat dibutuhkan, mengingat cadangan nutrisi yang ada pada media tanam pot atau polybag sangatlah terbatas.Ada banyak pilihan pupuk yang dapat digunakan. Bisa menggunakan pupuk kimia yang dibeli di toko pertanian, atau menggunakan pupuk organik/kompos yang dibuat sendiri dari sisa sampah organik dapur.
  • Bila terserang hama, semprotkan pestisida organik yang bisa dibeli di toko pertanian atau dibuat sendiri di rumah. Menanam tanaman herbal seperti kemangi dan sereh dipercaya bisa mengusir belalang dan mengundang lebah yang dapat mengenyahkan hama kutu.

Pada dasarnya, berkebun hanya membutuhkan empat komponen utama yakni: tempat menanam seperti contohnya pot, benih, media tanam yang dapat dibeli di penjual tanaman, serta air untuk menyiram.

Jika semua bahan telah tersedia, langkah selanjutnya adalah menyemai benih. Caranya sangat sederhana. Siapkan pot kecil yang diisi dengan media tanam hingga setengahnya. Lalu taburkan 5 hingga 10 benih dalam setiap pot sebelum ditutup dengan media tanam lagi setinggi kira-kira setengah sentimeter. Simpan di tempat teduh dan siram minimal sehari sekali.

Tips berkebun untuk pemula(c) Ariantika

Jika telah berkecambah, segera perkenalkan bibit itu dengan sinar matahari. Saat sudah muncul minimal 2 daun sejati, bibit bisa dipindahkan ke media yang lebih besar.

Bagi sebagian orang, berkebun boleh jadi merupakan sebuah proses panjang. Sebab saat menanam, tanaman tak selalu langsung hidup ataupun berbuah. Karena itu, perlu kesabaran dalam perawatan dan mempelajari sifat masing-masing tanaman yang kita tanam. Ada yang bilang, di sinilah seninya berkebun di rumah untuk pemula 🙂

 

Kontributor

Ariantika, ibu rumah tangga, muda dan bergairah.

Editor: Fenny & Diana

About the Author
Mommy's Helper Bali Mommy’s Helper Bali (MH Bali) merupakan komunitas para ibu di Bali yang ada sejak tahun 2012, dan bertujuan untuk menjadi wadah para ibu untuk sharing dan saling membantu dalam keseharian. Website ini dibuat sebagai bentuk realisasi dari visi MH Bali agar komunitas ini dapat berguna dan menjadi pengaruh positif untuk masyarakat luas melalui informasi yang dapat diakses oleh semua pengguna internet. Artikel di website ini ditulis oleh beberapa member MH Bali. Kami juga menerima kontribusi artikel, hubungi kami untuk info lebih lanjut.
Please follow and like us:
error20

Leave A Response